TEKNIK PEMILIHAN MEDIA
MAKALAH
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah: Media Pembelajaran
Dosen Pengampu : Abdul Wahid, Dr. H. M.Ag
Disusun oleh :
Nur Khanifatun Ni’mah (123911083)
Reti
Trianasari (123911092)
Sintia Ayu Rahmawati (123911101)
Sugeng Prayitno (123911104)
FAKULTAS
TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2013
I.
PENDAHULUAN
Pembelajaran yang efektif memerlukan perencanaan yang
baik. Media yang akan digunakan dalam proses pembelajaran itu juga memerlukan
perencanaan yang baik. Dalam sebuah pendidikan, media difungsikan sebagai alat
bantu untuk mencapai pembelajaran, Karena informasi yang terdapat dalam media
dapat melibatkan siswa, maka dalam benak atau mental maupun dalam bentuk
aktivitas yang nyata, maka pembelajaran dapat terjadi, sehingga guru harus
dapat memilihnya dengan cermat dan digunakan dalam pembelajaran dengan tepat.[1] Berikut ini akan
dijelaskan beberapa teknik-teknik dalam menentukan pemilihan media.
II.
RUMUSAN MASALAH
A.
Bagaimana teknik dalam pemilihan media?
B.
Apa saja faktor–faktor dalam mempertimbangkan teknik pemilihan Media ?
C.
Apa saja kriteria dalam Teknik Pemilihan Media ?
D.
Sebutkan Beberapa Tips yang Dapat Digunakan Guru Dalam melakukan Seleksi
Terhadap Media pembelajaran ?
III.
PEMBAHASAN
A. Teknik dalam pemilihan media
Proses kegiatan belajar
tidaklah berdiri sendiri, melainkan terkait dengan komponen- komponen yang
lainnya. Langkah yang harus di lakukan adalah sebagai berikut:
a.
Merasa sudah akrab dengan media tersebut, misal papan tulis atau
proyektor
b.
Media yang diplih dapat menggambarkan dengan lebih baik daripada dirinya
sendiri.
c.
Dapat menarik minat dan perhatian siswa, serta menuntunnya pada
penyajian yang lebih terstruktur dan terorganisasi.
Heinich, dan kawan-kawan
(1982) mengajukan model perencanaan media yang efektif yang dikenal dengan
istilah ASSURE. (ASSURE adalah singkatan dari Analyze Leaner
characteristics, State objective, Select, or modify media, Utilize, Require
Leaner response and evaluate). Model ini menyarankan enam kegiatan dalam
menganalisis pemilihan media, yaitu:
(A) Menganalisis karakteristik umum kelompok sasaran,
apakah mereka siswa sekolah lanjutan atau perguruan tinggi, anggota organisasi
pemuda, perusahaan, usia, jenis kelamin, latar belakang budaya dan sosial,
ekonomi, serta menganalisis karakteristik khusus mereka yang meliputi; antara
lain pengetahuan, keterampilan, dan sikap awal mereka.
(S)
Menyatakan atau merumuskan tujuan pembelajaran, yaitu perilaku atau
kemampuan baru apa yang diharapkan siswa miliki dan kuasai setelah proses
belajar-mengajar selesai. Tujuan ini akan mempengaruhi penilaian media dan
urut-urutan penyajian dan kegiatan belajar.
(S)
Memilih, memodifikasi, atau merancang dan mengembangkan materi dan media
yang tepat. Apabila materi dan media tersedia akan dapat mencapai tujuan,
materi dan media itu sebaiknya digunakan untuk menghemat waktu, tenaga dan
biaya. Apabila materi dan media tidak cocok
dengan tujuan atau tidak sesuai dengan sasaran partisipan, maka materi
dan media dapat dimodifikasi. Jika tidak memungkinkan untuk memodifikasi yang
telah tersedia, maka barulah memilih alternatif yang lain, misal merancang dan
mengembanngkan materi dan media yang baru. Tentu saja, kegiatan ini jauh lebih
mahal dari segi biaya, waktu dan tenaga. Namun demikian, kegiatan ini
memungkinkan untuk menyiapkan materi dan media yang tetap dan sesuai dengan
tujuan yang ingin dicapai.
(T)
Menggunakan materi dan media. Setelah memilih materi dan media yang
tepat, diperlukan persiapan bagaimana dan berapa banyak waktu yang diperlukan
untuk menggunakannya. Disamping praktik dan latihan menggunakannya, persiapan
ruangan juga diperlukan seperti tata letak tempat duduk siswa, fasilitas yang
diperlukan seperti meja peralatan, listrik, layar, dan lain-lain harus
dipersiapkan sebelum penyajian.
(R) Meminta tanggapan dari siswa. Guru sebaiknya mendorong
siswa untuk memberikan respons dan umpan balik mengenai keefektivan proses belajar.
Respons siswa dapat bermacam- macam, seperti mengulangi fakta-fakta,
mengemukakan ikhtisar atau rangkuman informasi/ pelajaran. Dengan demikian,
siswa akan menampakkan partisipasi yang lebih besar.
(E) Mengevaluasi proses belajar. Tujuan utama evaluasi disini
adalah untuk mengetahui tingkat pencapaian siswa mengenai tujuan pembelajaran,
keefektifan media, pendekatan, dan guru sendiri.
B. Faktor-faktor Dalam Mempertimbangkan Teknik Pemilihan Media
1.
Hambatan Pengembangan dan Pembelajaraan yang meliputi faktor-faktor
dana, fasilitas dan peralatan yang telah tersedia, waktu yang tersedia,
sumber-sumber yang tersedia(masunia dan material)
2.
Persyaratan isi, tugas, dan jenis pembelajaran. Isi pelajaran beragam
dari sisi tugas yang ingin dilakukan siswa, misalnya penghafal, penerapan,
ketrampilan, pengertian hubungan-hubungan, atau alat penalaran dan pemikiran
tingkat yang tinggi. Setiap kategori pembelajaran itu menuntut perilaku yang
berbeda-beda dan memerlukan teknik dan media penyajian yang berbeda pula.
3.
Hambatan dari sisi siswa dengan mempertimbangkan kemampuan dan
keterampilan awal, seperti membaca, mengetik dengan menggunakan computer dan
karakteristik siswa lainnya
4.
Pertimbangan lainnya adalah tingkat kesenangan dan keevektivannya.
5.
Dalam pemilihan media sebaiknya dipertimbangkan pula hal – hal berikut
ini :
1.
Kemampuan mengakomodasi penyajian stimulus yang tepat (fisual dan atau
audio)
2.
Kemampuan mengakomodasikan respon siswa yang tepat
3.
Kemampuan mengakomodasikan umpan balik
4.
Pemilihan media utama dan media sekunder untuk penyajian informasi atau
stimulus, dan untuk latihan dan tes(sebaiknya latihan dan tes menggunakan media
yang sama). Misalnya untuk tujuan belajar yang melibatkan penghafalan.
6.
Media sekunder harus mendapat perhatian karena pembelajaran yang berhasil
menggunakan media yang beragam. Dengan begitu siswa memiliki keseempatan untuk
menghubungkan dan berinteraksi dengan dengan media yang paling efektif, sesuai
dengan kebutuhan mereka secara perorangan
C. Kreteria Dalam Teknik Pemilihan Media
Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Media dipilih
berdasarkan tujuan pembalajaran yang telah ditetapkan dan secara umum, mengacu
kepada salah satu atau gabungan dari dua atau tiga ranah kognitif
1.
Tepat untuk mendukung isi pembelajaran yang sifatnya
fakta, konsep, prinsip, atau generalisasi. Media yang berbeda, misalnyafilm dan grafik, memerlukan simbol dan
kode yang berbeda, karenanya memerlukan proses dan ketrampilan mental yang
berbeda untuk memahaminya.
2.
Praktis, luwes, dan bertahan. Jika tidak tersedia waktu, dana, atau sumber daya
lainnya untuk memproduksi, tidak perlu dipaksa. Media yang mahal dan memakan
waktu lama untuk memproduksikannya. Kriteria ini menuntun para guru untuk
memilih media yang ada, mudah diperoleh, atau mudah dibuat sendiri oleh guru
3.
Guru terampil menggunakannya. Ini merupakan salah satu kriteria utama.Apapun media
itu, guru harus mampu menggunakannya dalam proses pembelajaran. Nilai dan
manfaat amat ditentukan oleh guru yang menggunakannya.
D. Tips Yang Digunakan Guru Dalam Melakukan Seleksi Terhadap Media
Pemnbelajaran
1. Sesuaikan Jenis Media Dengan
materi kurikulum
Sewaktu
akan memilih jenis media yang akan dikembangkan atau diadakan, maka perlu
diperhatikan adalah jenis materi pelajaran yang mana terdapat di dalam
kurikulum yang dinilai perlu tunjang oleh media pembelajaran. Kemudian,telah
dilakukan tentang jenis media apa yang dinilai tepat untuk menyajikan materi
pelajaran yang dikehendaki tersebut. Salah satu prinsip umum
pemilihan/pemanfaatan media adalah tidak ada satu jenis media yang cocok atau
tepat untuk menyajikan semua materi.
Sebagai
contoh, pelajaran bahasa Inggris. Untuk
kemampuan berbahasa mendengarkan, atau menyimak (listening skill), media yang lebih tepat digunakan adalah media
kaset audio. Sedangkan untuk mengajarkan kepada peserta didik tentang cara-cara
menggunakan ‘organs of speech’ untuk
menuturkan kata atau kalimat (pronunciation),
maka media video akan lebih tepat digunakan.
2. Keterjangkauan Dalam Pembiyaan
Dalam
pengembangan atau pengadaan media pembelajaran hendaknya juga mempertimbangkan
ketersediaan anggaran yang ada. Kalau seandainya guru harus membuat sendiri
media pembelajaraan maka hendaknya dipikirkan apakah ada di antara sesama guru
yang mempunyai pengetahuan dan ketrampilan untuk mengembangkan media
pembelajaran yang dibutuhkan. Kalau tidak ada, maka perlu dijajagi, berapa
besar biaya yang dibutuhkan untuk pembuatan medianya jika dikontrakkan kepada
orang lain. Namun sebelum dikontrakkan kepada orang lain, satu hal yang perlu
dipertimbangkan adalah media pembelajaran yang dibutuhkan tersebut tidak
tersedia dipasaran. Seandainya tersedia dipasaran, apakah tidak lebih cepat,
mudah dan juga murah kalau langsung membelinya dari pada mengontrakkan
pembuatannya?
Pilihan
lain adalah apabila kebutuhan media pembelajaran itu masih berjangka panjang
sehingga masih memungkinkan untuk mengirim guru pelatihan pembuatan media yang
dikehendaki. Dalam kaitan ini, perlu dipertimbangkan mengenai besarnya biaya
yang dibutuhkan untuk mengirim guru mengikuti pelatihan pengembangan media
pelajaran yang dikehendaki.
Selain
itu, perlu juga dipikirkan apakah guru yang akan dikirimkan mengikuti
pelatiahan tersebut masih mempunyai waktu memadai untuk mengembangkan media
pembelajaran yang dibutuhkan sekolah. Apakah fasilitas pemanfaatannya sudah
tersedia di sekolah? Kalau belum, berapa biaya pengadaan peralatannya dalam jumlah
minimal.
3. Ketersediaan Perangkat Keras Untuk Pemanfaatan Media Pembelajaraan
Tidak ada
gunanya merancang dan mengembangkan media secanggih apapun, kalau tidak
didukung oleh ketersediaan peralatan pemanfaatannya dikelas. Apa artinya
tersedia media pembelajaran Online, Apabila disekolah tidaktidak tersedia
perangkat komputer dan fasilitas koneksi ke internet yang juga didukung oleh local area network (LAN).
Sebaliknya,
pemilihan media pembelajaran sederhana (seperti media kaset audio) untuk
dirancang dan dikembangkan akan sangat bermanfaat karena peralatan/fasilitas
pemanfaatnya tersedia disekolah atau mudah diperoleh dimasyarakat. Selain itu,
sumber energi yang diperlukan untuk mengoprasikan peralatan pemanfaatan media
pembelajaran juga cukup mudah yaitu hanya dengan menggunakan baterai kering.
Dari segi ekspretis atau keahliaan/ketrampilan yang dibutuhkan untuk
mengembangkan media pembelajaran seperti media kaset audio atau transparasi
misalnya tidaklah terlalu sulit untuk mendapatkannya. Tidaklah juga terlalu
sulit untuk mempelajari cara-cara perancangan dan pengembangan media
pembelajaran.
4. Ketersediaan Media Pembelajaraan Di Pasaran
Akibat
promosi dan peragaan yang sangat mengagumkan atau mempesona dan bahkan
menjajikan misalnya, sekolah langsung tertarik untuk membeli media pembelajaran
yang ditawarkan. Namun sebelum membeli media pembelajarannya (program), sekolah
harus terlebih dahulu membeli perangkat keras untuk pemanfaatannya. Setelah
peralatan pemanfaatan media pembelajarannya dibeli ternyata diantara guru tidak
ada atau belum tahu bagaimana cara-cara mengoprasikan peralatan pemanfaatan
media pembelajaran yang akan diadakan tersebut. Disamping itu, media
pembelajarannya (program) sendiri ternyata sulit didapatkan dipasaran sebab
harus dipesan terlebih dahulu untuk jangka waktu tertentu.
Dapat
saja terjadi, media pembelajaran yang telah dipesan dan dipelajari, kandungan
materi pelajarannya sedikit sekali relevan dengan kebutuhan peserta didik
(sangat dangkal). Sebaliknya, dapat juga terjadi bahwa materi yang dikemas
didalam media pembelajaraan. Namun,yang menjadi masalah adalah bahwa media
pembelajaran tersebut sulit didapatkan di pasaran.
5. Kemudahan Memanfaatkan Media Pembelajaran
Aspek
laen yang juga tidak kalah pentingnya untuk mempertimbangkan dalam pengembangan
atau pengadaan media pembelajaran adalah Kemudahan guru atau peserta didik
dalam memanfaatkannya. Tidak akan terlalu bermanfaat apabila media pembelajaran
yang dikembangkan sendiri atau yang dikontrakkan oleh pembuatnya. Ternyata
tidak mudah dimanfaatkan, baik oleh guru maupun peserta didik. Media yang berkembang atau dibeli tersebut hanya akan
berfungsi sebagai pajangan saja disekolah, sehingga dibutuhkan waktu yang
memadai untuk melatih guru tertentu agar dapat terampil mengoprasikan peralatan
tersebut.
IV.
KESIMPULAN
V.
PENUTUP
Demikian makalah yang dapat kami uraikan. Kami
menyadari bahwa dalam penyusunaan makalah ini masih banyak kekurangan karena
sesungguhnya kesempurnaan itu hanya milik Allah S.W.T.dan kekurangan bagian
dari kita. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif
untuk memperbaiki makalah berikutnya.
Semoga makalah kami ini bermanfaat dan menambah referensi pengetahuan kita.
DAFTAR PUSTAKA
Sutjipto,Bambang, Media
Pembelajaran Manual dan Digital, Bogor : Galiya Indonesia, 2011.
Arsyad,azhar, Media
pembelajaran, Jakarta : PT Raja
Grafindo Persada,2011.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar