Sabtu, 17 Mei 2014

makala teknik pemilihan media




TEKNIK PEMILIHAN MEDIA

MAKALAH

Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah: Media Pembelajaran
Dosen Pengampu : Abdul Wahid, Dr. H. M.Ag



Disusun oleh :
                                     Nur Khanifatun Ni’mah         (123911083)
 Reti Trianasari                        (123911092)
 Sintia Ayu Rahmawati           (123911101)
 Sugeng Prayitno                     (123911104)




                                                     FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2013



      I.            PENDAHULUAN
Pembelajaran yang efektif memerlukan perencanaan yang baik. Media yang akan digunakan dalam proses pembelajaran itu juga memerlukan perencanaan yang baik. Dalam sebuah pendidikan, media difungsikan sebagai alat bantu untuk mencapai pembelajaran, Karena informasi yang terdapat dalam media dapat melibatkan siswa, maka dalam benak atau mental maupun dalam bentuk aktivitas yang nyata, maka pembelajaran dapat terjadi, sehingga guru harus dapat memilihnya dengan cermat dan digunakan dalam pembelajaran dengan tepat.[1] Berikut ini akan dijelaskan beberapa teknik-teknik dalam menentukan pemilihan media.

   II.            RUMUSAN MASALAH
A.    Bagaimana teknik dalam pemilihan media?
B.     Apa saja faktor–faktor dalam mempertimbangkan teknik pemilihan Media ?
C.     Apa saja kriteria dalam Teknik Pemilihan Media ?
D.    Sebutkan Beberapa Tips yang Dapat Digunakan Guru Dalam melakukan Seleksi Terhadap Media pembelajaran ?

III.            PEMBAHASAN 
A.    Teknik dalam pemilihan media
Proses kegiatan belajar tidaklah berdiri sendiri, melainkan terkait dengan komponen- komponen yang lainnya. Langkah yang harus di lakukan adalah sebagai berikut:
a.       Merasa sudah akrab dengan media tersebut, misal papan tulis atau proyektor
b.      Media yang diplih dapat menggambarkan dengan lebih baik daripada dirinya sendiri.
c.       Dapat menarik minat dan perhatian siswa, serta menuntunnya pada penyajian yang lebih terstruktur dan terorganisasi.
Heinich, dan kawan-kawan (1982) mengajukan model perencanaan media yang efektif yang dikenal dengan istilah ASSURE. (ASSURE adalah singkatan dari Analyze Leaner characteristics, State objective, Select, or modify media, Utilize, Require Leaner response and evaluate). Model ini menyarankan enam kegiatan dalam menganalisis pemilihan media, yaitu:
(A) Menganalisis karakteristik umum kelompok sasaran, apakah mereka siswa sekolah lanjutan atau perguruan tinggi, anggota organisasi pemuda, perusahaan, usia, jenis kelamin, latar belakang budaya dan sosial, ekonomi, serta menganalisis karakteristik khusus mereka yang meliputi; antara lain pengetahuan, keterampilan, dan sikap awal mereka.
(S)   Menyatakan atau merumuskan tujuan pembelajaran, yaitu perilaku atau kemampuan baru apa yang diharapkan siswa miliki dan kuasai setelah proses belajar-mengajar selesai. Tujuan ini akan mempengaruhi penilaian media dan urut-urutan penyajian dan kegiatan belajar.
(S)   Memilih, memodifikasi, atau merancang dan mengembangkan materi dan media yang tepat. Apabila materi dan media tersedia akan dapat mencapai tujuan, materi dan media itu sebaiknya digunakan untuk menghemat waktu, tenaga dan biaya. Apabila materi dan media tidak cocok  dengan tujuan atau tidak sesuai dengan sasaran partisipan, maka materi dan media dapat dimodifikasi. Jika tidak memungkinkan untuk memodifikasi yang telah tersedia, maka barulah memilih alternatif yang lain, misal merancang dan mengembanngkan materi dan media yang baru. Tentu saja, kegiatan ini jauh lebih mahal dari segi biaya, waktu dan tenaga. Namun demikian, kegiatan ini memungkinkan untuk menyiapkan materi dan media yang tetap dan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
(T)   Menggunakan materi dan media. Setelah memilih materi dan media yang tepat, diperlukan persiapan bagaimana dan berapa banyak waktu yang diperlukan untuk menggunakannya. Disamping praktik dan latihan menggunakannya, persiapan ruangan juga diperlukan seperti tata letak tempat duduk siswa, fasilitas yang diperlukan seperti meja peralatan, listrik, layar, dan lain-lain harus dipersiapkan sebelum penyajian.
(R)  Meminta tanggapan dari siswa. Guru sebaiknya mendorong siswa untuk memberikan respons dan umpan balik mengenai keefektivan proses belajar. Respons siswa dapat bermacam- macam, seperti mengulangi fakta-fakta, mengemukakan ikhtisar atau rangkuman informasi/ pelajaran. Dengan demikian, siswa akan menampakkan partisipasi yang lebih besar.
(E)  Mengevaluasi proses belajar. Tujuan utama evaluasi disini adalah untuk mengetahui tingkat pencapaian siswa mengenai tujuan pembelajaran, keefektifan media, pendekatan, dan guru sendiri.
  
B.     Faktor-faktor Dalam Mempertimbangkan Teknik Pemilihan Media
1.      Hambatan Pengembangan dan Pembelajaraan yang meliputi faktor-faktor dana, fasilitas dan peralatan yang telah tersedia, waktu yang tersedia, sumber-sumber yang tersedia(masunia dan material)
2.      Persyaratan isi, tugas, dan jenis pembelajaran. Isi pelajaran beragam dari sisi tugas yang ingin dilakukan siswa, misalnya penghafal, penerapan, ketrampilan, pengertian hubungan-hubungan, atau alat penalaran dan pemikiran tingkat yang tinggi. Setiap kategori pembelajaran itu menuntut perilaku yang berbeda-beda dan memerlukan teknik dan media penyajian yang berbeda pula.
3.      Hambatan dari sisi siswa dengan mempertimbangkan kemampuan dan keterampilan awal, seperti membaca, mengetik dengan menggunakan computer dan karakteristik siswa lainnya
4.      Pertimbangan lainnya adalah tingkat kesenangan dan keevektivannya.
5.      Dalam pemilihan media sebaiknya dipertimbangkan pula hal – hal berikut ini :
1.      Kemampuan mengakomodasi penyajian stimulus yang tepat (fisual dan atau audio)
2.      Kemampuan mengakomodasikan respon siswa yang tepat
3.      Kemampuan mengakomodasikan umpan balik
4.      Pemilihan media utama dan media sekunder untuk penyajian informasi atau stimulus, dan untuk latihan dan tes(sebaiknya latihan dan tes menggunakan media yang sama). Misalnya untuk tujuan belajar yang melibatkan penghafalan.
6.      Media sekunder harus mendapat perhatian karena pembelajaran yang berhasil menggunakan media yang beragam. Dengan begitu siswa memiliki keseempatan untuk menghubungkan dan berinteraksi dengan dengan media yang paling efektif, sesuai dengan kebutuhan mereka secara perorangan

C.    Kreteria Dalam Teknik Pemilihan Media
Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Media dipilih berdasarkan tujuan pembalajaran yang telah ditetapkan dan secara umum, mengacu kepada salah satu atau gabungan dari dua atau tiga ranah kognitif
1.      Tepat untuk mendukung isi pembelajaran yang sifatnya fakta, konsep, prinsip, atau generalisasi. Media yang berbeda, misalnyafilm dan grafik, memerlukan simbol dan kode yang berbeda, karenanya memerlukan proses dan ketrampilan mental yang berbeda untuk memahaminya.
2.      Praktis, luwes, dan bertahan. Jika tidak tersedia waktu, dana, atau sumber daya lainnya untuk memproduksi, tidak perlu dipaksa. Media yang mahal dan memakan waktu lama untuk memproduksikannya. Kriteria ini menuntun para guru untuk memilih media yang ada, mudah diperoleh, atau mudah dibuat sendiri oleh guru
3.      Guru terampil menggunakannya. Ini merupakan salah satu kriteria utama.Apapun media itu, guru harus mampu menggunakannya dalam proses pembelajaran. Nilai dan manfaat amat ditentukan oleh guru yang menggunakannya.

D.    Tips Yang Digunakan Guru Dalam Melakukan Seleksi Terhadap Media Pemnbelajaran
1.      Sesuaikan Jenis  Media Dengan materi kurikulum
Sewaktu akan memilih jenis media yang akan dikembangkan atau diadakan, maka perlu diperhatikan adalah jenis materi pelajaran yang mana terdapat di dalam kurikulum yang dinilai perlu tunjang oleh media pembelajaran. Kemudian,telah dilakukan tentang jenis media apa yang dinilai tepat untuk menyajikan materi pelajaran yang dikehendaki tersebut. Salah satu prinsip umum pemilihan/pemanfaatan media adalah tidak ada satu jenis media yang cocok atau tepat untuk menyajikan semua materi.
Sebagai contoh,   pelajaran bahasa Inggris. Untuk kemampuan berbahasa mendengarkan, atau menyimak (listening skill), media yang lebih tepat digunakan adalah media kaset audio. Sedangkan untuk mengajarkan kepada peserta didik tentang cara-cara menggunakan ‘organs of speech’ untuk menuturkan kata atau kalimat (pronunciation), maka media video akan lebih tepat digunakan.

2.      Keterjangkauan Dalam Pembiyaan
Dalam pengembangan atau pengadaan media pembelajaran hendaknya juga mempertimbangkan ketersediaan anggaran yang ada. Kalau seandainya guru harus membuat sendiri media pembelajaraan maka hendaknya dipikirkan apakah ada di antara sesama guru yang mempunyai pengetahuan dan ketrampilan untuk mengembangkan media pembelajaran yang dibutuhkan. Kalau tidak ada, maka perlu dijajagi, berapa besar biaya yang dibutuhkan untuk pembuatan medianya jika dikontrakkan kepada orang lain. Namun sebelum dikontrakkan kepada orang lain, satu hal yang perlu dipertimbangkan adalah media pembelajaran yang dibutuhkan tersebut tidak tersedia dipasaran. Seandainya tersedia dipasaran, apakah tidak lebih cepat, mudah dan juga murah kalau langsung membelinya dari pada mengontrakkan pembuatannya?
Pilihan lain adalah apabila kebutuhan media pembelajaran itu masih berjangka panjang sehingga masih memungkinkan untuk mengirim guru pelatihan pembuatan media yang dikehendaki. Dalam kaitan ini, perlu dipertimbangkan mengenai besarnya biaya yang dibutuhkan untuk mengirim guru mengikuti pelatihan pengembangan media pelajaran yang dikehendaki.
Selain itu, perlu juga dipikirkan apakah guru yang akan dikirimkan mengikuti pelatiahan tersebut masih mempunyai waktu memadai untuk mengembangkan media pembelajaran yang dibutuhkan sekolah. Apakah fasilitas pemanfaatannya sudah tersedia di sekolah? Kalau belum, berapa biaya pengadaan peralatannya dalam jumlah minimal.

3.      Ketersediaan Perangkat Keras Untuk Pemanfaatan Media Pembelajaraan
Tidak ada gunanya merancang dan mengembangkan media secanggih apapun, kalau tidak didukung oleh ketersediaan peralatan pemanfaatannya dikelas. Apa artinya tersedia media pembelajaran Online, Apabila disekolah tidaktidak tersedia perangkat komputer dan fasilitas koneksi ke internet yang juga didukung oleh local area network (LAN).
Sebaliknya, pemilihan media pembelajaran sederhana (seperti media kaset audio) untuk dirancang dan dikembangkan akan sangat bermanfaat karena peralatan/fasilitas pemanfaatnya tersedia disekolah atau mudah diperoleh dimasyarakat. Selain itu, sumber energi yang diperlukan untuk mengoprasikan peralatan pemanfaatan media pembelajaran juga cukup mudah yaitu hanya dengan menggunakan baterai kering. Dari segi ekspretis atau keahliaan/ketrampilan yang dibutuhkan untuk mengembangkan media pembelajaran seperti media kaset audio atau transparasi misalnya tidaklah terlalu sulit untuk mendapatkannya. Tidaklah juga terlalu sulit untuk mempelajari cara-cara perancangan dan pengembangan media pembelajaran.

4.      Ketersediaan Media Pembelajaraan Di Pasaran
Akibat promosi dan peragaan yang sangat mengagumkan atau mempesona dan bahkan menjajikan misalnya, sekolah langsung tertarik untuk membeli media pembelajaran yang ditawarkan. Namun sebelum membeli media pembelajarannya (program), sekolah harus terlebih dahulu membeli perangkat keras untuk pemanfaatannya. Setelah peralatan pemanfaatan media pembelajarannya dibeli ternyata diantara guru tidak ada atau belum tahu bagaimana cara-cara mengoprasikan peralatan pemanfaatan media pembelajaran yang akan diadakan tersebut. Disamping itu, media pembelajarannya (program) sendiri ternyata sulit didapatkan dipasaran sebab harus dipesan terlebih dahulu untuk jangka waktu tertentu.
         Dapat saja terjadi, media pembelajaran yang telah dipesan dan dipelajari, kandungan materi pelajarannya sedikit sekali relevan dengan kebutuhan peserta didik (sangat dangkal). Sebaliknya, dapat juga terjadi bahwa materi yang dikemas didalam media pembelajaraan. Namun,yang menjadi masalah adalah bahwa media pembelajaran tersebut sulit didapatkan di pasaran.

5.      Kemudahan Memanfaatkan Media Pembelajaran
Aspek laen yang juga tidak kalah pentingnya untuk mempertimbangkan dalam pengembangan atau pengadaan media pembelajaran adalah Kemudahan guru atau peserta didik dalam memanfaatkannya. Tidak akan terlalu bermanfaat apabila media pembelajaran yang dikembangkan sendiri atau yang dikontrakkan oleh pembuatnya. Ternyata tidak mudah dimanfaatkan, baik oleh guru maupun peserta didik. Media yang  berkembang atau dibeli tersebut hanya akan berfungsi sebagai pajangan saja disekolah, sehingga dibutuhkan waktu yang memadai untuk melatih guru tertentu agar dapat terampil mengoprasikan peralatan tersebut.

IV.            KESIMPULAN

   V.            PENUTUP

Demikian makalah yang dapat kami uraikan. Kami menyadari bahwa dalam penyusunaan makalah ini masih banyak kekurangan karena sesungguhnya kesempurnaan itu hanya milik Allah S.W.T.dan kekurangan bagian dari kita. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif untuk  memperbaiki makalah berikutnya. Semoga makalah kami ini bermanfaat dan menambah referensi pengetahuan kita.

DAFTAR PUSTAKA
Sutjipto,Bambang,  Media Pembelajaran Manual dan Digital, Bogor : Galiya Indonesia, 2011.
Arsyad,azhar, Media pembelajaran,  Jakarta : PT Raja Grafindo Persada,2011.


[1] Bambang sujipto, Ghalia Indonesia, Jakarta, 2011, hal.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar