Selasa, 02 Desember 2014

PENDEKATAN, STRATEGI, DAN METODE PEMBELAJARAN PKn MI

MAKALAH
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah : Pembelajaran PKn MI
Yang diampu oleh: Zulaikha, M.Ag, M.Pd.







Disusun Oleh:
1.      Ratna Surya Rahayu                       ( 123911098)
2.      Sintia Ayu Rahmawati         (123911101)
3.      Umi Widiastuti                      (123911112)

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG
2014
         I.     PENDAHULUAN

Setiap guru berkeinginan agar kegiatan pembelajaran yang dilakukannya berhasil dengan baik dan membawa dampak pembelajaran yang signifikan bagi para siswanya. Agar harapan tersebut bisa diwujudkan dengan baik, sudah barang tentu guru harus memahami secara mamadai apa pendekatan dan metode/model pembelajaran yang tepat yang akan digunakan. Penentuan pendekatan dan metode pembelajaran Pkn SD merupakan salah satu faktor penentu dalam mendukung keberhasilan pembelaajran PKn, disamping itu faktor-faktor lainnya seperti keadaan siswa, dukungan sarana dan prasarana pembelajaran dan sebagainya.
Pendekatan berhubungan erat dengan strategi, metode dan teknik pembelajaran. Pendekatan merupakan titik tolak atau sudut pandang terhadap proses pembelajaran. Sedangkan strategi adalah serangkaian rencana, metode dan perangkat kegiatan yang direncanakan untuk tujuan tertentu. Metode adalah upaya yang dilakukan untuk mengimplementasikan rencana yang telah disusun dalam kegiatan yang nyata untuk mencapai tujuan secara optimal. Sedangkan teknik pembelajaran adalah cara-cara operasional untuk melaksanakan metode pembelajaran. Selain itu seorang guru harus mengetahui dan memahami model-model pembelajaran. Model pembelajaran adalah suatu rencana atau pola yang digunakan untuk membentuk kurikulum (rencana pembelajaran jangka panjang) merancang bahan-bahan pembelajaran dan membimbing pembelajaran dikelas atau yang lain.[1] Dalam makalah ini akan dijelaskan pengertian pendekatan, strategi, dan metode dengan pembelajarannya di MI.

  II.          RUMUSAN MASALAH

A.      Apa pengertian Pendekatan?
B.       Bagaimana Pendekatan dalam Pembelajaran PKn Mi?
C.       Apa pengertian Strategi Pembelajaran?
D.      Bagaimana strategi dalam pembelajaran PKn MI?
E.       Apa pengertian metode Pembelajaran?
F.        Bagaimana metode dalam  pembelajaran PKn MI?

 III.       PEMBAHASAN

A.      Pengertian Pendekatan Pembelajaran
Pendekatan (approach) diartikan sebagai cara menangani masalah, atau prosedur khusus untuk membuka suatu organ atau satu bagian.  Juga bisa diartikan sebagai cara menangani konflik-konflik pribadi. Atau bisa diartikan sebagai langkah awal atau langkah pendahuluan.
Istilah pendekatan dapat digunakan dalam berbagai apek :
1.         Pendekatan behavioristik adalah metode untuk mempelajari individu-individu melalui observasi atas apa yang mereka kerjakan.
2.         Pendekatan dialog yaitu didasarkan pada pandangan bahwa manusia memiliki dua hubungan fundamental yang berbeda. Misalnya hubungan dengan Pencipta dan hubungan dengan sesama ciptaan.
3.         Pendekatan holistik adalah pendekatan menyeluruh terhadap manusia guna memperoleh segala macam pengertian tentang manusia itu sendiri.
4.         Pendekatan normatif adalah pendekatan yang menggunakan norma-norma tertentu sebagai patokan dan standar.
5.         Pendekatan objektif adalah pendekatan yang bersifat sosial dengan tujuan memperkuat atau menyanggah pengamatan itu sendiri.
6.         Pendekatan sistem adalah kecenderungan metodologis yang meyakini metode riset sebagai jalan terbaik untuk memperoleh ilmu pengetahuan.[2]
Menurut Sanjaya pendekatan memiliki kemiripan dengan strategi. Sebenarnya pendekatan berbeda, baik dengan strategi dan metode. Pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. Menurut Roy Killen mencatat ada dua pendekatan dalam pembelajaran, yaitu pendekatan yang berpusat pada guru (teacher centred approaches) dan pendekatan yang berpusat pada siswa (teacher centred approaches).[3]



B.       Pendekatan Dalam Pembelajaran PKn MI

Pendekatan Pembelajaran Pkn merupakan dasar-dasar dalam pelaksanaan proses belajar mengajar mata pelajran Pkn di MI. Pendekatan dalam pembelajaran PKn pada prinsipnya lebih mengarah kepada pengembangan kurikulum atau pengorganisasian isi materi pelajaran. Pendekatan ini akan membahas dengan mengacu pada pembelajaran Pkn sebagai pendidikan nilai-moral. Ada delapan pendekatan yang dipandang bisa mencapai tujuan Pembelajaran PKn antara lain :
1.    Evokasi
Pendekatan ini menekankan pada inisiatif peserta didik untuk mengekspresikan dirinya secara spontan yang didasarkan pada kebebasan dan kesempatan. Dalam mengimplikasikan pendekatan ini peran guru amat diperlukan dalam apa yang disebut dengan “breaking the ice”, agar setiap anak merasakan adanya suasana terbuka, bersahabat dan kondusif untuk dapat “menyatakan dirinya, menyatakan apa yang menjadi pemikirannya dan mengungkapkan perasaannya. Demikian juga dengan peranan keluarga dan masyarakat amat penting, agar peserta didik bisa memadukan pendidikan formal disekolah dan pengalaman diluar sekolah, khususnya berkaitan dengan nilai moral yang dibahas dalam kelas harus sejalan dengan apa yang dialaminya daam kehidupan keluarga dan dalam masyarakat. Jika tidak ada kesesuaian antara tiga unsur tersebut, maka akan terjadi konflik dalam diri anak, yang dalam istilah pendidikan kewarganegaraan “intra personal complict”. Komplik dalam diri anak bisa berlanjut komplik antar pribadi yang disebut “inter personal complict” karena melihat tidak adnya keajekan antara nila yang dipelajari  dan diyakininya dengan apa yang terjadi disekolah dan didalam masyarakat secara keseluruhan.
2.    Inkulkasi (Menanamkan)
Pendektan ini didasarkan pada sejumlah pertanyaan nilai yang telah disusun dahulu oleh guru. Tujuannya adalah agar pertanyaan-pertanyaan yang menyangkut masalah nilai tersebut dapat digunakan untuk mempengaruhi dan sekaligus mengarahkan siswa kedalam suatukesimpulan nilai yang sudah direncanakan. Dalam aplikasinya teknik mengajar nilai yang tepat adalah teknk innkuiri nilai (value inquiry) dimana target nilai yang diharapkan dapat dicapai dengan memanipulasikan kedalam sejumlah pertanyaan. 
3.    Kesadaran
Dalam hal ini, yang menjadi sasaran adalah bagaimana mengungkap dan membina kesadaran peserta didik tentang nilai-nilai tertentu yang ada pada dirinya atau pada orang lain. Tentu aja kesadaran itu akan tumbuh menjadi sesuatu yang menumbuhkan kesadaranya tentang nilai atau seperangkat nilai tertentu. Hanya dengan kesadarannya tertentu itu melalui kegiatan-kegiatan yang direncanakan oleh guru, anak dapat mengungkapkan nilai-nilai dirinya atau nilai-nilai orang lain.   
4.    Penalaran Moral
Salah satu pendekatan dalam pendidikan moral adalah penalaran moral. Anak dilibatkan dalam suatu dilema moral, sehingga kepatusan yang diambil terhadap dilema moral harus diberikan alasan-alasan moralnya yang masuk akal. Dilema moral adalah salah satu bentuk teknik mengajar nilai dan moral yang dianggap tepat terutama bagi kelas-kelas yang tinggi misalnya kelas IV, V dan VI. Patut disadari bahwa pendidikan nilai dan moral berbagai cara dapat digunakan sebagai stimulus dalam melibatkan nalar dan afeksi siswa & siswi, dengan melalui pertanyaan, pernyataan, gambar, cerita dan gambaran keadaan yang bersifat dinamis.
Dalam pendekatan dilematis sebagai salah satu bentuk dalam pembelajaraan PKn akan lebih afektif jika guru melibatkan secara intens nalar dan perasaan untuk memberi alasan-alasan moral tersebut. Peranan stimulus yang didasar pada hal yang bersifat dilematis tersebut. Yang menjadi fokus dalam pendekatan ini adalah nalarnya atau yang berkaitan dengan kognitifnya dan kematangan perkembangan moral.
5.    Analisis Nilai
Melalui  pendekatan ini peserta didik diajak untuk mengkaji atau menganalisis nilai yang ada dalam suatu media atau stimulus yang memang di siapkan oleh guru dalam mengajarkan pendidikan nilai dan moral. Tentu saja sudah dibekali dengan kemampuan analisisnya. Dalam melakukan analisis nilai, tentu saja peserta didik akan sampai pada tahapan menilai apakah suatu nilai dianggap baik atau dianggap buruk. Analisis nilai dapat dimulai dari sekedar melaporkan apa yang dilihat dan dihadapi sampai pada memilih dan mengemukkan hasil pengkajian yang lebih teliti dan lebih tepat.  
6.    Pengungkapan Nilai
Pendekatan ini lebih pada upaya meningkatkan kesadaraan diri (self-awareness) dan memperhatikan diri (self caring) dan bukannya pemecahan masalah. Pendekatan ini juga lebih membuat peserta didik menemukan dan memeriksa nilai mereka untuk menentukan keberartian dan  rasa aman diri. Oleh sebab itu pertimbangan adalah faktor kunci, namun pertimbangan yang dimaksud adalah pertimbangan tentang yang disenangi dan yang tidak disenangi, bukan sesuatu yang diyakini seseorang sebagai hal yang benar atau salah. Melalui pendekatan ini peserta didik dibina kesadaran emosionalya tentang nilai yang ada dalam dirinya melalui cara-cara kritis dan rational, dan akhirya menguji kebenaran, kebaikan, dan ketepatan.  
7.    Komitmen
Pendekatan komitmen dalam pendidikan nilai dan moral mengarahkan dan menekankan pada seperangkat nilai  akan mendasari pola pikir setiap guru yang bertanggung jawab terhadap pendidikan nilai moral. Dalam pembelajaran PKn sudah barang tentu yang menjadi komitmen bangsa dan Negara Indonesia untuk terus dilestarikan sebagai nilai-nilai luhur.
Tujuan utama pendekatan ini, adalah untuk melatih disiplin siswa dan siswi dalam pola pikir dan tindakannya agar senantiasa sesuai dengan nilai-nilai yang menjadi komitmen tersebut adalah nilai-nilai bersama, maka pendekatan trsebut diharpakan dapat membina integrasi sosial para siswa.
8.    Memadukan (Union Approch)
Pendekata ini berusaha menyatukan diri peserta didik dengan pengalaman riil yang dirancang oleh guru dalam proses belajar mengajar. Hal ini dimaksudkan agar peserta didik benar-benar mengalami secara langsung pengalaman-pengalaman yang direncanakan guru melalui berbagai metode. Diantaranya partisipatori, simulasi, sosio drama dan studi lapangan. [4]
C.      Pengertian Strategi Pembelajaran
Arti strategi, secara umum adalah keahlian mengatasi masalah-masalah. Kata strategi ini di gunakan sesuai apa yang ingin dikembangkan untuk memudahkan mencapai tujuan. Misalnya, prosedur terapi tingkah laku untuk mengubah cara berpikir yang salah dan membangun kesanggupan mengatasi masalah, digunakan strategi kognitif. Pada mulanya strategi berkaitan dengan perang yaitu ahli dalam siasat beperang.[5]
Pengertian strategi pembelajaran cukup beragam walaupun pada dasarnya sama. Menurut  joni (1983) berpendapat bahwa yang dimaksud stretegi adalah suatu prosedur yang digunakan untuk memberikan suasana yang konduktif kepada siswa dala rangka mencapai tujuan pembelajaran. Sedangkan menurut Gerlach dan Elly (1989) berpendapat adalah strategi adalah suatu cara yang dipilih untuk menyampaikan tujuan pembelajtan dalam lingkungan pembelajaran tertentu. Definisi menurut Djamarah dan zain (2002)  yang lain menyebutkan bahwa strategi adalah suatu garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. Dengan demikian, pengertian strategi dalam pembelajaran adalah suatu prosedur yang digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran sebagai sarana untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.[6]

D.      Strategi Dalam Pembelajaran PKn Mi
Strategi pembelajaran yang digunakan akan sangat mempengaruhi suasana proses pembelajaran berlangsung dan tingkat keberhasilan transformasi belajar. Ada 22 strategi dalam pembelajaran PKn. Diantara strategi-strategi yang dipandang tepat dalam pembelajaran PKn MI diantaranya:
1.    Membaca Buku Ajar (Reading Guide)
Para siswa-siswi dapat diminta untuk membaca materi yang akan dibahas dengan membuat kisi-kisi panduan. Langkahnya adalah sebagai berikut.
a.    Tentukan materi ajar yang akan dibaca
b.    Buat pertanyaan yang harus dijawab setelah mencari membaca materi
c.    Akhiri sesi dengan memberikan komentar terhadap jawaban. 
2.    Mencari Informasi (information Search)
Strategi ini dilakukan dengan mengambil materi dari berbagai sumber: koran, majalah, tabloid, dan sebagainya. Langkahnya adalah sebagai berikut.
a.    Siswa-siswi mecari informasi dalam teks atau bahan bacaan
b.    Buatlah pertanyaan yang jawabannya terdapat dalam teks
c.    Bagilah kelas dalam kelompok-kelompok kecil (3-5 orang siswa-siswi)
d.   Jelaskan pertanyaan yang anda buat kepada kelompok-kelompok tersebut
e.    Mintalah mahasiswa mencari jawaban dari pernyataan-pernyataan di dalam hand out yang dibagikan atau bahan bacaan yang ditentukan.
f.     Anda mengembangkan jawaban mahasiswa untuk menambah informasi, sehingga jawaban menjadi jelas.
3.    Pengalaman Penting (Critical Incident)
Strategi ini digunakan ketika memulai pembelajaran dengan tujuan untuk melibatkan siswa-siswi sejak awal dengan meminta mereka mengungkapkan pengalaman-pengalamnya. Juga digunakan bila tujuan pembelajarannya mengajarnya siswa-siswi untuk berempati (merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain). Langkahnya adalah sebagai berikut.
a.    Mintalah siswa-siswi untuk mengingat  kembali masa lalu mereka yang paling mengesankan, baik yang menyenangkan atau yang tidak menyenangkan.
b.    Mintalah siswa-siswi untuk menceritakan pengalaman masalah yang terjadi dan solusi yang telah dilakukannya.
c.    Bahas kembali apa yang telah diceritakannya.
d.   Ambil pelajaran dari pengalaman tersebut.
                                                        
4.    Melihat Kejadian sebenarnya (Seeing How It Is)
Dimaksudkan untuk memahami suatu kondisi tidak lazim yang terjadi atau yang dihadapi oleh seseorang. Dengan strategi ini, siswa-siswi diminta membayangkan bagaimana dan apa yag dilakukan oleh orang yang mengalami kondisi tersebut. Seperti orang yang teralienasi karena minoritas atau stigma social. Langkahnya adalah sebagai berikut.
a.    Tentukan suatu kondisi, peristiwa, tokoh atau yang dapat diperankn.
b.    Tunjukan seorang siswa-siswi untuk memamerkan dengan serius dengan gaya atau atribut tokoh yang sesungguhnya untuk menggunakan peran, pandangan dan sebagainya.
c.    Mintalah siswa-siswi untuk bertanya dan menanggapi peran yang baru saja diperagakan dengan mengajak mereka untuk memahami, erasakan dan mengidentifikasi persoalan serta mencari solusi dari masalah. 
5.    Jigsaw
Strategi ini digunakan jika materi yang akan di pelajari dapat dibagi menjadi beberapa bagian, dengan melibatkan semua siswa-siswa dalam pembelajaran dan sekaligus melatih mengajarkan sesuatu kepada orang lain. Langkahnya adalah sebagai berikut.
a.    Bentuklah beberapa kelompok dari siswa-siswi yang ada.
b.    Tentukan materi yang akan di bahas pada setiap kelompok. Setiap kelompok mendapat bagian yang berbeda dengan kelompok.
c.    Mintalah dari tiap kelompok menunjuk salah satu anggota untuk menjadi juru bicara kelompok.
d.   Mintalah kepada tiap kelompok untuk mendiskusikan jawaban
e.    Mintalah juru bicara untuk mempersentasikan kelompok lain
f.     Juru bicara tampil kedepan, dan didiskusikan panel berjalan
6.    Curah Gagasan (Brainstorming)
Strategi ini merupakan langkah inventarisasi ide melalui pendapat tentang topik tertentu dengan tampa seleksi. Langkahnya:
a.    Tentukan topik bahasan
b.    Ajaklah mahasiswa-mahasiswi untuk mengungkapkan pandangan/ide yang berhubungan dengan topik yang akan habis.
c.    Catatan semua respons yang muncul
d.   Pada langkah ahli dosen harus membahas satu persatu respon yang muncul.
7.    Diskusi Kelompo Kecil (Small Group Discussion)
Di maksudkan untuk membangun kerja sama individu dalam kelompok. Kecakapan analitis dan kepekaan sosial, serta bertanggung jawab individu dalam kelompok. Langkanya sebagai berikut :
a.    Bagian mahasiswa kedalam empat atau lima kelompok
b.    Berikaan bacaan untuk maing-masing kelompok untuk didiskusikan
c.    Dari tiap-tiap kelompok, mintalah mereka untuk menunjuk juru bicara masing-masing dan mempersentasikan hasil kelompoknya
d.   Mintalah kelompok lain untuk bertanya atau menanggapi juru bicara
8.    Adu Agrumen (Point Conterpoint)
Strategi ini untuk merangsang diskusi, membangun argumentasi dan memiliki pemahaman yang lebih mendalam tentang berbagai isu kompleks. Langkah-langkah nya adalah sebagai berikut.
a.    Pilih masalah kontraversial yang mempunyai dua sisi atau lebih
b.    Bagilah kelas sesuai dengan jumlah posisi yang telah ditentukan
c.    Minta setiap kelompok untuk membagun argumen yang menguatkan posisi masing-masing. Kondisikan kelompok dapat bekerja dengan semangat partnership.
d.   Kondisikan perdebatan antar kelompok secara aktif, demokrasi, dinamis artikulasi, dealektis dan berkeadaban
9.    Debat Aktif (Active Debate)
Strategi ini dapat mendorong siswa dan siswi untuk berpikiran kritis, argumentative dan reflektif. Dan secara aktif melibatkan semua siswa-siswi didalam kelas bukan hanya peran pelaku debatnya (presenter) saja tetapi semua yang terlibat didalamnya. Langkahnya adalah sebagai berikut:
a.    Ajukan sebuah masalah yang bersifat controversial dengan membuat dua kelompok pro dan kontrak
b.    Buatlah dua subgroup dari tiap-tiap kelompok untuk menyiapkan argumentasi.
c.    Sediakan dua kursi untuk juru bicara masing-masing dan dimulai debat dengan pengantar argumentasi dari masing-masing kelompok
d.   Setelah di rasakan cukup hentikanlah debat untuk sementara dan mintalah para juru bicara untuk membali ke subgroupnya untuk mendiskusikan argument lawan.
e.    Setelah itu debat dapat di mulai lagi dengan mengomentari argument lawan, dan juru bicara lawan memperhatikan argumentasinya.
f.     Setelah dirasakan cukup, hentikanlah debat dan minta para mahasiswa dan mahasiswi untuk berbaur kembali. Dosen mereview apa yang telah terjadi dalam suasana active debat itu.
10.     Bermain Peran (Role Playing)
Bertujuan mengajarkan siswa-siswi berempati. Strategi ini dapat menstimulasi siswa dan siswi untuk mengasosiasikan dirinya dalam suatu peran  tertentu, sehingga mereka lebih memahami, mendalami dan mengerti tindakan sosial yang dilakukan oleh orang lain dilingkungan sosial. Ada tiga aspek yang harus diperhatikan Pertama, mengambil peran. Kedua, membuat peran. Ketiga, tawar menawar peran. Filosofi strategi ini “memakai sepatu orang lain”. Langkahnya :
a.    Buatlah permasalahan yang diangkat dari setting atau kejadian aktual yang berkembang dimasyarakat yang relevan dengan materi pembelajaran
b.   Tunjuklah dua orang atau lebih untuk memerakan tokoh yang terlibat dalam kejadian tersebut. Dan mintalah kepada pemeran untuk bertindak seperti yang dilakukan oleh para aktor sesungguhnya dengan membuat semacam sekenario dialog
c.    Mintalah peserta lain untuk mengamati dan mencatat adegan yang berlangsung untuk dijadikan sebagai bahan evaluasi dan tanggapan. Kemudian mintalah komentar dari peserta.
11.     Mengomentari Poster (Poster Comment)
Bertujuan untuk menstimulasi dan meningkatkan kreativitas dan mendorong penghayatan siswa dan siswi terhadap suatu permasalahan. Dalam strategi ini mahasiswa didorong untuk bisa mengungkapkan pendapatnya secara lisan tentang suatu poster atau gambar. Langkahnya:
a.    Pilih sebuah poster atau gambar yang ada kaitannya dengan pokok bahasan yang akan dibahas
b.   Mintalah siswa dan siswi untuk mengamati dan menghayati  terlebih dahulu gambar atau poster tersebut
c.    Mintalah mereka berdiskusi secara berkelompok kemudian mereka harus member komentar atau pendapat tentang gambar tersebut
d.   Mintalah siswa dan siswi untuk memberikan solusi atau rekomendasi berkaitan dengan poster atau gambar tersebut.
12.     Peta konsep (Concept Maping)
Strategi ini menuntut daya kreativitas dan kemampuan tingkat analisis tinggi. Siswa-siswi diminta untuk membuat sintesis atau diagram dari konsep-konsep yang saling berkaitan, dengan memberikan tanda panah atau garis yang memiliki arti hubungan antar konsep tersebut.
a.    Berikan bahan bacaan kepada siswa-siswi, kemudian diskisukan dengan melakukan brainstorming dan elisitas sebanyak mungkin.
b.   Pilih beberapa kata kunci atau konsep-konsep utama, emudian tuangkan dalam bagan yang menghubungkan dengan konep utama
c.    Hubungkan konsep-konsep tersebuat dengan garis, dan bunyikan atau beri label pada gari-garis tersebut.
Demikian strategi yang dapat dikembangkan lebih lanjut oleh para guru dan siswa-siswi sendiri untuk mencapai keberhasilan.[7]

E.       Pengertian Metode Pembelajaran
Dari segi bahasa beberapa makna metode : Inggris = method, Yunani = methodosm, meta: sesudah/memadai, hodos : cara/jalan. Dari makna ini secara istilah adalah cara kerja yang sitematis untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mancapai tujuan yang lebih ditentukan. Atau cara untuk mencapai ilmu pengetahuan berdasarkan kaidah-kaidah yang jelas dan tegas.[8]
Menurut segala, metode pembelajaran adalah cara yang digunakan oleh guru atau siswa dalam mengolah informasi yang berupa fakta, data, dan konsep pada proses pembelajaran yang mungkin terjadi dalam suatu strategi. Dalam pembelajaran, metode yang bisa digunakan banyak sekali ragamnya. Sebagai guru hendaknya pandai menggunakan atau memilih metode yang tepat dan sesuai dengan materi dan kondisi siswa.[9]

F.       Metode Dalam Pembelajaran PKn Mi
Tujuan dalam pembelajaran akan dapat tercapai secara optimal jika pemilihan metode yang tepat. Dalam proses belajar mengajar dapat terlaksana dengan baik dalam pelaksanaan pembelajaran dapat dipilih satu atau lebih metode yang akan diajarkan. Dalam setiap metode mempunyai kelemahan dan kelebihan. Karena itu, biasana guru mengkombinasikan beberapa metode untuk menetralisir kelemahan-kelemahan yang ada. Metode-metode dasar yang sederhana yang dapat diterapkan dalam pembelajaran PKn MI yaitu:
1.    Metode ceramah
Menyajikan materi pelajaran melalui penuturan dan penerangan lisan kepada peserta didik. Metode ini digunakan jika pelajaran tersebut banyak mengandung informasi baru atau bahan-bahan yang memerlukan penjelasan guru. Metode ini hendaknya digunakan bersama dengan metode lain misalnya tanya jawab.
2.    Metode Tanya Jawab
Digunakan sebagai variasi dari metode misalnya, ceramah. Tujuan selain untuk mengetahui sejauh mana siswa memahami bahan pelajaran yang disajikan, juga dapat digunakan untuk memperjelas dan meluruskan pemahaman peserta didik mengenai suatu pelajaran tertentu.
3.    Metode Diskusi
Adalah tukar pendapat atau infomasi berdasarkan pengetahuan dan pengalaman. Tujuan untuk memperjelas bahan pelajaran, memecahkan masalah. Yang tak kalah pentingnya meningkatkan percaya diri dalam berkomunikasi, keterampilan bertanya, menafsirkan dan menyimpulkan.
4.    Metode Penugasan
Yaitu memberi kesempatan kepada peserta idik untuk melaksanakan tugas berdasarkan petunjuk langsung yang dipersiapkan guru. Tujuannya dapa memperoleh pengalaman langsung dan nyata, dapat mengembankan berbagai ketrampilan dan pembiasaan untuk bekerja mandiri dan bersikap jujur. Pelaksanaannya dapat dilakukan secara individu atau keompok.
5.    Metode Permainan
Adalah salah satu cara penyajian bahan pelajaran melalui berbagai bentuk permainan, yang dibuat oleh guru atau peserta didik. Dalam menggunakan metode ini dalam pembelajaraan PKn, skenario disiapkan oleh guru dan peserta didik, dengan mendasarkan pada konsep nilai, moral dan nrma, agar tujuan pelajaran dapat dicapai secara tidak langsung.
6.    Metode simulasi
Penggunaan metode ini dimaksudkan untuk membantu peserta didik dalam memahami dan menghayati pengetahuan serta sikap dan nilai yang berlaku dalam masyarakat.
7.    Metode cerita
Salah satu cara penanaman nilai-nilai kepada peserta didik dengan mengungkapkan kepribadian tokoh-tokoh melalui penuturan hikayat, legenda dan dongeng-dongen sejarah lokal.[10]


 IV.       KESIMPULAN

Pendekatan (approach) diartikan sebagai cara menangani masalah, atau prosedur khusus untuk membuka suatu organ atau satu bagian. Pendekatan dalam Pembelajaran Pkn merupakan dasar-dasar dalam pelaksanaan proses belajar mengajar mata pelajran Pkn di MI. Pendekatan dalam pembelajaran PKn pada prinsipnya lebih mengarah kepada pengembangan kurikulum atau pengorganisasian isi materi pelajaran. Pendekatan ini akan membahas dengan mengacu pada pembelajaran Pkn sebagai pendidikan nilai-moral. Macam-macam pendekatan dalam pembelajaran PKn: evokasi, inkulkasi, pendekatan kesadran, penalaran moral, pendekatan analisis nilai, pengungkapan nilai, pendekatan komitmen dan pendekatan memadukan.
strategi dalam pembelajaran adalah suatu prosedur yang digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran sebagai sarana untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Strategi pembelajaran yang digunakan akan sangat mempengaruhi suasana proses pembelajaran berlangsung dan tingkat keberhasilan transformasi belajar. Macam-macam strategi pembelajaran PKn MI yaitu : membaca buku ajar, mencari informasi, pengalaman penting, melihat kejadikan sebenarnya, jigsaw, curah gagasan, diskusi kelompok kecil, adu argumen, debat aktif, bermain peran, mengomentari poster gambar, peta konsep.
Metode pembelajaran, menuut sagala adalah cara yang digunakan oleh guru/siswa dalam mengolah informasi yang berupa fakta, data dan konsep pada proses pembelajaran yang mungkin terjadi dalam suatu strategi. Metode dasar yang  dapat diterapkan dalam pembelajaran PKn MI yaitu : metode ceramah, metode tanya jawab, metode diskusi, metode penugasan, metode permainan, metode cerita, metode simulasi.

V.               PENUTUP
Demikianlah makalah tentang “Pendekatan, strategi, dan metode pembelajaran MI yang dapat kami susun. Semoga bermanfaat bagi para penulis maupun para pembaca. Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan serta kesalahan. Oleh karenanya, kami terbuka untuk kritik dan saran yang membangun guna memperbaiki makalah dan untuk penulisan selanjutnya.





DAFTAR PUSTAKA
Amin, Moh. Murtadhoh dkk. 2009.  Pembelajaran Pkn Mi. Surabya: Aprinta.

Dagun,  Save M.,  2006. Kamus Besar Ilmu Pengetahuan. jakarta:                                       Lembaga Pengakajian Kebudayaan Nasional Nusantara(LPKN).
                   
Hamruni. 2009. Strategi dan model-model pembelajaran aktif menyenangkan.                    Yogyakart : Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
                   
Rukmiati. 2007. Pembelajaran PPkn.(Jakarta : Dikti Diknas


http://imasmaesaroh.blogspot.com/2010/12/pendekatan-dan-metodemodel-pembelajaran.html diakses       pada tanggal 19 Maret 2014 pukul 21:25




[1] http://imasmaesaroh.blogspot.com/2010/12/pendekatan-dan-metodemodel-pembelajaran.html diakses pada tanggal 19 Maret 2014 pukul 21:25
[2] Save M. Dagun, Kamus Besar Ilmu Pengetahuan. (jakarta:Lembaga Pengakajian Kebudayaan Nasional Nusantara(LPKN), 2006) hlm.3
[3] Hamruni. Strategi dan model-model pembelajaran aktif menyenangkan. (Yogyakarta : Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2009) hlm. 6
[4] Moh. Murtadhoh amin dkk. Pembelajaran PKn MI. (surabya, Aprinta. 2009) hlm.6-8 - 6-9
                                                           
[5] Save M. Dagun, Kamus Besar Ilmu Pengetahuan. (jakarta:Lembaga Pengakajian Kebudayaan Nasional Nusantara(LPKN), 2006) hlm.5               
[6] Rukmiati. Pembelajaran PPkn. (Jakarta : Dikti Diknas,2007).hlm. 57
[7] Moh. Murtadhoh amin dkk. Pembelajaran Pkn MI. (surabya, Aprinta. 2009) hlm.6-11 – 6-15
[8] Save M. Dagun, Kamus Besar Ilmu Pengetahuan. (jakarta:Lembaga Pengakajian Kebudayaan Nasional Nusantara(LPKN), 2006) hlm.10
[9] Rukmiati. Pembelajaran PPkn. (Jakarta : Dikti Diknas,2007).hlm. 65
[10] Moh. Murtadhoh amin dkk. Pembelajaran Pkn Mi. (surabya, Aprinta. 2009) hlm.7-7  – 7-8

Tidak ada komentar:

Posting Komentar