PENDEKATAN, STRATEGI, DAN METODE PEMBELAJARAN PKn MI
MAKALAH
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah : Pembelajaran
PKn MI
Yang diampu oleh: Zulaikha, M.Ag, M.Pd.

Disusun Oleh:
1.
Ratna Surya Rahayu ( 123911098)
2.
Sintia Ayu Rahmawati (123911101)
3.
Umi Widiastuti (123911112)
FAKULTAS ILMU
TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA
ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG
2014
I. PENDAHULUAN
Setiap guru
berkeinginan agar kegiatan pembelajaran yang dilakukannya berhasil dengan baik
dan membawa dampak pembelajaran yang signifikan bagi para siswanya. Agar
harapan tersebut bisa diwujudkan dengan baik, sudah barang tentu guru harus
memahami secara mamadai apa pendekatan dan metode/model pembelajaran yang tepat
yang akan digunakan. Penentuan pendekatan dan metode pembelajaran Pkn SD
merupakan salah satu faktor penentu dalam mendukung keberhasilan pembelaajran
PKn, disamping itu faktor-faktor lainnya seperti keadaan siswa, dukungan sarana
dan prasarana pembelajaran dan sebagainya.
Pendekatan
berhubungan erat dengan strategi, metode dan teknik pembelajaran. Pendekatan
merupakan titik tolak atau sudut pandang terhadap proses pembelajaran.
Sedangkan strategi adalah serangkaian rencana, metode dan perangkat kegiatan
yang direncanakan untuk tujuan tertentu. Metode adalah upaya yang dilakukan
untuk mengimplementasikan rencana yang telah disusun dalam kegiatan yang nyata
untuk mencapai tujuan secara optimal. Sedangkan teknik pembelajaran adalah
cara-cara operasional untuk melaksanakan metode pembelajaran. Selain itu
seorang guru harus mengetahui dan memahami model-model pembelajaran. Model
pembelajaran adalah suatu rencana atau pola yang digunakan untuk membentuk
kurikulum (rencana pembelajaran jangka panjang) merancang bahan-bahan
pembelajaran dan membimbing pembelajaran dikelas atau yang lain.[1]
Dalam
makalah ini akan dijelaskan pengertian pendekatan, strategi, dan metode dengan
pembelajarannya di MI.
II.
RUMUSAN MASALAH
A.
Apa
pengertian Pendekatan?
B.
Bagaimana
Pendekatan dalam Pembelajaran PKn Mi?
C.
Apa
pengertian Strategi Pembelajaran?
D.
Bagaimana
strategi dalam pembelajaran PKn MI?
E.
Apa
pengertian metode Pembelajaran?
F.
Bagaimana
metode dalam pembelajaran PKn MI?
III.
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Pendekatan Pembelajaran
Pendekatan (approach) diartikan sebagai cara menangani
masalah, atau prosedur khusus untuk membuka suatu organ atau satu bagian. Juga bisa diartikan sebagai cara menangani
konflik-konflik pribadi. Atau bisa diartikan sebagai langkah awal atau langkah
pendahuluan.
Istilah
pendekatan dapat digunakan dalam berbagai apek :
1.
Pendekatan
behavioristik adalah metode untuk mempelajari individu-individu melalui
observasi atas apa yang mereka kerjakan.
2.
Pendekatan
dialog yaitu didasarkan pada pandangan bahwa manusia memiliki dua
hubungan fundamental yang berbeda. Misalnya hubungan dengan Pencipta dan
hubungan dengan sesama ciptaan.
3.
Pendekatan
holistik adalah pendekatan menyeluruh terhadap manusia guna memperoleh
segala macam pengertian tentang manusia itu sendiri.
4.
Pendekatan
normatif adalah pendekatan yang menggunakan norma-norma tertentu sebagai
patokan dan standar.
5.
Pendekatan
objektif adalah pendekatan yang bersifat sosial dengan tujuan memperkuat
atau menyanggah pengamatan itu sendiri.
6.
Pendekatan
sistem adalah kecenderungan metodologis yang meyakini metode riset
sebagai jalan terbaik untuk memperoleh ilmu pengetahuan.[2]
Menurut Sanjaya pendekatan memiliki kemiripan dengan strategi.
Sebenarnya pendekatan berbeda, baik dengan strategi dan metode. Pendekatan
dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses
pembelajaran. Menurut Roy Killen mencatat ada dua pendekatan dalam
pembelajaran, yaitu pendekatan yang berpusat pada guru (teacher centred approaches)
dan pendekatan yang berpusat pada siswa (teacher centred approaches).[3]
B.
Pendekatan Dalam Pembelajaran PKn MI
Pendekatan Pembelajaran Pkn merupakan dasar-dasar dalam pelaksanaan
proses belajar mengajar mata pelajran Pkn di MI. Pendekatan dalam pembelajaran
PKn pada prinsipnya lebih mengarah kepada pengembangan kurikulum atau
pengorganisasian isi materi pelajaran. Pendekatan ini akan membahas dengan
mengacu pada pembelajaran Pkn sebagai pendidikan nilai-moral. Ada delapan
pendekatan yang dipandang bisa mencapai tujuan Pembelajaran PKn antara lain :
1.
Evokasi
Pendekatan ini menekankan pada inisiatif peserta didik untuk
mengekspresikan dirinya secara spontan yang didasarkan pada kebebasan dan
kesempatan. Dalam mengimplikasikan pendekatan ini peran guru amat diperlukan
dalam apa yang disebut dengan “breaking the ice”, agar setiap anak merasakan
adanya suasana terbuka, bersahabat dan kondusif untuk dapat “menyatakan
dirinya, menyatakan apa yang menjadi pemikirannya dan mengungkapkan
perasaannya. Demikian juga dengan peranan keluarga dan masyarakat amat penting,
agar peserta didik bisa memadukan pendidikan formal disekolah dan pengalaman
diluar sekolah, khususnya berkaitan dengan nilai moral yang dibahas dalam kelas
harus sejalan dengan apa yang dialaminya daam kehidupan keluarga dan dalam
masyarakat. Jika tidak ada kesesuaian antara tiga unsur tersebut, maka akan
terjadi konflik dalam diri anak, yang dalam istilah pendidikan kewarganegaraan
“intra personal complict”. Komplik dalam diri anak bisa berlanjut komplik antar
pribadi yang disebut “inter personal complict” karena melihat tidak adnya
keajekan antara nila yang dipelajari dan
diyakininya dengan apa yang terjadi disekolah dan didalam masyarakat secara keseluruhan.
2.
Inkulkasi
(Menanamkan)
Pendektan ini didasarkan pada sejumlah pertanyaan nilai yang telah
disusun dahulu oleh guru. Tujuannya adalah agar pertanyaan-pertanyaan yang
menyangkut masalah nilai tersebut dapat digunakan untuk mempengaruhi dan
sekaligus mengarahkan siswa kedalam suatukesimpulan nilai yang sudah
direncanakan. Dalam aplikasinya teknik mengajar nilai yang tepat adalah teknk
innkuiri nilai (value inquiry) dimana target nilai yang diharapkan dapat
dicapai dengan memanipulasikan kedalam sejumlah pertanyaan.
3.
Kesadaran
Dalam hal ini, yang menjadi sasaran adalah bagaimana mengungkap dan
membina kesadaran peserta didik tentang nilai-nilai tertentu yang ada pada
dirinya atau pada orang lain. Tentu aja kesadaran itu akan tumbuh menjadi
sesuatu yang menumbuhkan kesadaranya tentang nilai atau seperangkat nilai
tertentu. Hanya dengan kesadarannya tertentu itu melalui kegiatan-kegiatan yang
direncanakan oleh guru, anak dapat mengungkapkan nilai-nilai dirinya atau
nilai-nilai orang lain.
4.
Penalaran
Moral
Salah satu pendekatan dalam pendidikan moral adalah penalaran
moral. Anak dilibatkan dalam suatu dilema moral, sehingga kepatusan yang
diambil terhadap dilema moral harus diberikan alasan-alasan moralnya yang masuk
akal. Dilema moral adalah salah satu bentuk teknik mengajar nilai dan moral
yang dianggap tepat terutama bagi kelas-kelas yang tinggi misalnya kelas IV, V
dan VI. Patut disadari bahwa pendidikan nilai dan moral berbagai cara dapat
digunakan sebagai stimulus dalam melibatkan nalar dan afeksi siswa & siswi,
dengan melalui pertanyaan, pernyataan, gambar, cerita dan gambaran keadaan yang
bersifat dinamis.
Dalam pendekatan dilematis sebagai salah satu bentuk dalam
pembelajaraan PKn akan lebih afektif jika guru melibatkan secara intens nalar
dan perasaan untuk memberi alasan-alasan moral tersebut. Peranan stimulus yang
didasar pada hal yang bersifat dilematis tersebut. Yang menjadi fokus dalam
pendekatan ini adalah nalarnya atau yang berkaitan dengan kognitifnya dan
kematangan perkembangan moral.
5.
Analisis
Nilai
Melalui pendekatan ini
peserta didik diajak untuk mengkaji atau menganalisis nilai yang ada dalam
suatu media atau stimulus yang memang di siapkan oleh guru dalam mengajarkan
pendidikan nilai dan moral. Tentu saja sudah dibekali dengan kemampuan
analisisnya. Dalam melakukan analisis nilai, tentu saja peserta didik akan
sampai pada tahapan menilai apakah suatu nilai dianggap baik atau dianggap
buruk. Analisis nilai dapat dimulai dari sekedar melaporkan apa yang dilihat
dan dihadapi sampai pada memilih dan mengemukkan hasil pengkajian yang lebih
teliti dan lebih tepat.
6.
Pengungkapan
Nilai
Pendekatan ini lebih pada upaya meningkatkan kesadaraan diri (self-awareness)
dan memperhatikan diri (self caring) dan bukannya pemecahan masalah.
Pendekatan ini juga lebih membuat peserta didik menemukan dan memeriksa nilai
mereka untuk menentukan keberartian dan
rasa aman diri. Oleh sebab itu pertimbangan adalah faktor kunci, namun
pertimbangan yang dimaksud adalah pertimbangan tentang yang disenangi dan yang
tidak disenangi, bukan sesuatu yang diyakini seseorang sebagai hal yang benar
atau salah. Melalui pendekatan ini peserta didik dibina kesadaran emosionalya
tentang nilai yang ada dalam dirinya melalui cara-cara kritis dan rational, dan
akhirya menguji kebenaran, kebaikan, dan ketepatan.
7.
Komitmen
Pendekatan komitmen dalam pendidikan nilai dan moral mengarahkan
dan menekankan pada seperangkat nilai
akan mendasari pola pikir setiap guru yang bertanggung jawab terhadap
pendidikan nilai moral. Dalam pembelajaran PKn sudah barang tentu yang menjadi
komitmen bangsa dan Negara Indonesia untuk terus dilestarikan sebagai
nilai-nilai luhur.
Tujuan utama pendekatan ini, adalah untuk melatih disiplin siswa
dan siswi dalam pola pikir dan tindakannya agar senantiasa sesuai dengan
nilai-nilai yang menjadi komitmen tersebut adalah nilai-nilai bersama, maka
pendekatan trsebut diharpakan dapat membina integrasi sosial para siswa.
8.
Memadukan
(Union Approch)
Pendekata ini berusaha menyatukan diri peserta didik dengan pengalaman
riil yang dirancang oleh guru dalam proses belajar mengajar. Hal ini
dimaksudkan agar peserta didik benar-benar mengalami secara langsung
pengalaman-pengalaman yang direncanakan guru melalui berbagai metode.
Diantaranya partisipatori, simulasi, sosio drama dan studi lapangan. [4]
C.
Pengertian Strategi Pembelajaran
Arti strategi, secara umum adalah keahlian mengatasi
masalah-masalah. Kata strategi ini di gunakan sesuai apa yang ingin
dikembangkan untuk memudahkan mencapai tujuan. Misalnya, prosedur terapi
tingkah laku untuk mengubah cara berpikir yang salah dan membangun kesanggupan
mengatasi masalah, digunakan strategi kognitif. Pada mulanya strategi
berkaitan dengan perang yaitu ahli dalam siasat beperang.[5]
Pengertian strategi pembelajaran cukup beragam walaupun pada
dasarnya sama. Menurut joni (1983)
berpendapat bahwa yang dimaksud stretegi adalah suatu prosedur yang digunakan
untuk memberikan suasana yang konduktif kepada siswa dala rangka mencapai
tujuan pembelajaran. Sedangkan menurut Gerlach dan Elly (1989) berpendapat
adalah strategi adalah suatu cara yang dipilih untuk menyampaikan tujuan
pembelajtan dalam lingkungan pembelajaran tertentu. Definisi menurut Djamarah
dan zain (2002) yang lain menyebutkan bahwa
strategi adalah suatu garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai
sasaran yang telah ditentukan. Dengan demikian, pengertian strategi dalam
pembelajaran adalah suatu prosedur yang digunakan oleh guru dalam proses
pembelajaran sebagai sarana untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah
ditetapkan.[6]
D.
Strategi Dalam Pembelajaran PKn Mi
Strategi pembelajaran yang digunakan akan sangat mempengaruhi
suasana proses pembelajaran berlangsung dan tingkat keberhasilan transformasi
belajar. Ada 22 strategi dalam pembelajaran PKn. Diantara strategi-strategi
yang dipandang tepat dalam pembelajaran PKn MI diantaranya:
1.
Membaca
Buku Ajar (Reading Guide)
Para siswa-siswi dapat diminta untuk membaca materi yang akan
dibahas dengan membuat kisi-kisi panduan. Langkahnya adalah sebagai berikut.
a.
Tentukan
materi ajar yang akan dibaca
b.
Buat
pertanyaan yang harus dijawab setelah mencari membaca materi
c.
Akhiri
sesi dengan memberikan komentar terhadap jawaban.
2.
Mencari
Informasi (information Search)
Strategi ini dilakukan dengan mengambil materi dari berbagai
sumber: koran, majalah, tabloid, dan sebagainya. Langkahnya adalah sebagai
berikut.
a.
Siswa-siswi
mecari informasi dalam teks atau bahan bacaan
b.
Buatlah
pertanyaan yang jawabannya terdapat dalam teks
c.
Bagilah
kelas dalam kelompok-kelompok kecil (3-5 orang siswa-siswi)
d.
Jelaskan
pertanyaan yang anda buat kepada kelompok-kelompok tersebut
e.
Mintalah
mahasiswa mencari jawaban dari pernyataan-pernyataan di dalam hand out yang
dibagikan atau bahan bacaan yang ditentukan.
f.
Anda
mengembangkan jawaban mahasiswa untuk menambah informasi, sehingga jawaban
menjadi jelas.
3.
Pengalaman
Penting (Critical Incident)
Strategi ini digunakan ketika memulai pembelajaran dengan tujuan
untuk melibatkan siswa-siswi sejak awal dengan meminta mereka mengungkapkan
pengalaman-pengalamnya. Juga digunakan bila tujuan pembelajarannya mengajarnya
siswa-siswi untuk berempati (merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain).
Langkahnya adalah sebagai berikut.
a.
Mintalah
siswa-siswi untuk mengingat kembali masa
lalu mereka yang paling mengesankan, baik yang menyenangkan atau yang tidak
menyenangkan.
b.
Mintalah
siswa-siswi untuk menceritakan pengalaman masalah yang terjadi dan solusi yang
telah dilakukannya.
c.
Bahas
kembali apa yang telah diceritakannya.
d.
Ambil
pelajaran dari pengalaman tersebut.
4.
Melihat
Kejadian sebenarnya (Seeing How It Is)
Dimaksudkan untuk memahami suatu kondisi tidak lazim yang terjadi
atau yang dihadapi oleh seseorang. Dengan strategi ini, siswa-siswi diminta
membayangkan bagaimana dan apa yag dilakukan oleh orang yang mengalami kondisi
tersebut. Seperti orang yang teralienasi karena minoritas atau stigma social.
Langkahnya adalah sebagai berikut.
a.
Tentukan
suatu kondisi, peristiwa, tokoh atau yang dapat diperankn.
b.
Tunjukan
seorang siswa-siswi untuk memamerkan dengan serius dengan gaya atau atribut
tokoh yang sesungguhnya untuk menggunakan peran, pandangan dan sebagainya.
c.
Mintalah
siswa-siswi untuk bertanya dan menanggapi peran yang baru saja diperagakan
dengan mengajak mereka untuk memahami, erasakan dan mengidentifikasi persoalan
serta mencari solusi dari masalah.
5.
Jigsaw
Strategi ini digunakan jika materi yang akan di pelajari dapat
dibagi menjadi beberapa bagian, dengan melibatkan semua siswa-siswa dalam
pembelajaran dan sekaligus melatih mengajarkan sesuatu kepada orang lain.
Langkahnya adalah sebagai berikut.
a.
Bentuklah
beberapa kelompok dari siswa-siswi yang ada.
b.
Tentukan
materi yang akan di bahas pada setiap kelompok. Setiap kelompok mendapat bagian
yang berbeda dengan kelompok.
c.
Mintalah
dari tiap kelompok menunjuk salah satu anggota untuk menjadi juru bicara
kelompok.
d.
Mintalah
kepada tiap kelompok untuk mendiskusikan jawaban
e.
Mintalah
juru bicara untuk mempersentasikan kelompok lain
f.
Juru
bicara tampil kedepan, dan didiskusikan panel berjalan
6.
Curah
Gagasan (Brainstorming)
Strategi ini merupakan langkah inventarisasi ide melalui pendapat
tentang topik tertentu dengan tampa seleksi. Langkahnya:
a.
Tentukan
topik bahasan
b.
Ajaklah
mahasiswa-mahasiswi untuk mengungkapkan pandangan/ide yang berhubungan dengan
topik yang akan habis.
c.
Catatan
semua respons yang muncul
d.
Pada
langkah ahli dosen harus membahas satu persatu respon yang muncul.
7.
Diskusi
Kelompo Kecil (Small Group Discussion)
Di maksudkan untuk membangun kerja sama individu dalam kelompok.
Kecakapan analitis dan kepekaan sosial, serta bertanggung jawab individu dalam
kelompok. Langkanya sebagai berikut :
a.
Bagian
mahasiswa kedalam empat atau lima kelompok
b.
Berikaan
bacaan untuk maing-masing kelompok untuk didiskusikan
c.
Dari
tiap-tiap kelompok, mintalah mereka untuk menunjuk juru bicara masing-masing
dan mempersentasikan hasil kelompoknya
d.
Mintalah
kelompok lain untuk bertanya atau menanggapi juru bicara
8.
Adu
Agrumen (Point Conterpoint)
Strategi ini untuk merangsang diskusi, membangun argumentasi dan
memiliki pemahaman yang lebih mendalam tentang berbagai isu kompleks.
Langkah-langkah nya adalah sebagai berikut.
a.
Pilih
masalah kontraversial yang mempunyai dua sisi atau lebih
b.
Bagilah
kelas sesuai dengan jumlah posisi yang telah ditentukan
c.
Minta
setiap kelompok untuk membagun argumen yang menguatkan posisi masing-masing.
Kondisikan kelompok dapat bekerja dengan semangat partnership.
d.
Kondisikan
perdebatan antar kelompok secara aktif, demokrasi, dinamis artikulasi,
dealektis dan berkeadaban
9.
Debat
Aktif (Active Debate)
Strategi ini dapat mendorong siswa dan siswi untuk berpikiran
kritis, argumentative dan reflektif. Dan secara aktif melibatkan semua
siswa-siswi didalam kelas bukan hanya peran pelaku debatnya (presenter) saja
tetapi semua yang terlibat didalamnya. Langkahnya adalah sebagai berikut:
a.
Ajukan
sebuah masalah yang bersifat controversial dengan membuat dua kelompok pro dan
kontrak
b.
Buatlah
dua subgroup dari tiap-tiap kelompok untuk menyiapkan argumentasi.
c.
Sediakan
dua kursi untuk juru bicara masing-masing dan dimulai debat dengan pengantar
argumentasi dari masing-masing kelompok
d.
Setelah
di rasakan cukup hentikanlah debat untuk sementara dan mintalah para juru
bicara untuk membali ke subgroupnya untuk mendiskusikan argument lawan.
e.
Setelah
itu debat dapat di mulai lagi dengan mengomentari argument lawan, dan juru
bicara lawan memperhatikan argumentasinya.
f.
Setelah
dirasakan cukup, hentikanlah debat dan minta para mahasiswa dan mahasiswi untuk
berbaur kembali. Dosen mereview apa yang telah terjadi dalam suasana active
debat itu.
10.
Bermain
Peran (Role Playing)
Bertujuan mengajarkan siswa-siswi berempati. Strategi ini dapat menstimulasi
siswa dan siswi untuk mengasosiasikan dirinya dalam suatu peran tertentu, sehingga mereka lebih memahami,
mendalami dan mengerti tindakan sosial yang dilakukan oleh orang lain
dilingkungan sosial. Ada tiga aspek yang harus diperhatikan Pertama,
mengambil peran. Kedua, membuat peran. Ketiga, tawar menawar
peran. Filosofi strategi ini “memakai sepatu orang lain”. Langkahnya :
a.
Buatlah
permasalahan yang diangkat dari setting atau kejadian aktual yang berkembang
dimasyarakat yang relevan dengan materi pembelajaran
b.
Tunjuklah
dua orang atau lebih untuk memerakan tokoh yang terlibat dalam kejadian
tersebut. Dan mintalah kepada pemeran untuk bertindak seperti yang dilakukan
oleh para aktor sesungguhnya dengan membuat semacam sekenario dialog
c.
Mintalah
peserta lain untuk mengamati dan mencatat adegan yang berlangsung untuk
dijadikan sebagai bahan evaluasi dan tanggapan. Kemudian mintalah komentar dari
peserta.
11.
Mengomentari
Poster (Poster Comment)
Bertujuan untuk menstimulasi dan meningkatkan kreativitas dan
mendorong penghayatan siswa dan siswi terhadap suatu permasalahan. Dalam
strategi ini mahasiswa didorong untuk bisa mengungkapkan pendapatnya secara
lisan tentang suatu poster atau gambar. Langkahnya:
a.
Pilih
sebuah poster atau gambar yang ada kaitannya dengan pokok bahasan yang akan
dibahas
b.
Mintalah
siswa dan siswi untuk mengamati dan menghayati
terlebih dahulu gambar atau poster tersebut
c.
Mintalah
mereka berdiskusi secara berkelompok kemudian mereka harus member komentar atau
pendapat tentang gambar tersebut
d.
Mintalah
siswa dan siswi untuk memberikan solusi atau rekomendasi berkaitan dengan
poster atau gambar tersebut.
12.
Peta
konsep (Concept Maping)
Strategi ini menuntut daya kreativitas dan kemampuan tingkat
analisis tinggi. Siswa-siswi diminta untuk membuat sintesis atau diagram dari
konsep-konsep yang saling berkaitan, dengan memberikan tanda panah atau garis
yang memiliki arti hubungan antar konsep tersebut.
a.
Berikan
bahan bacaan kepada siswa-siswi, kemudian diskisukan dengan melakukan brainstorming
dan elisitas sebanyak mungkin.
b.
Pilih
beberapa kata kunci atau konsep-konsep utama, emudian tuangkan dalam bagan yang
menghubungkan dengan konep utama
c.
Hubungkan
konsep-konsep tersebuat dengan garis, dan bunyikan atau beri label pada
gari-garis tersebut.
Demikian
strategi yang dapat dikembangkan lebih lanjut oleh para guru dan siswa-siswi
sendiri untuk mencapai keberhasilan.[7]
E.
Pengertian Metode Pembelajaran
Dari segi bahasa beberapa makna metode : Inggris = method, Yunani =
methodosm, meta: sesudah/memadai, hodos : cara/jalan. Dari makna ini secara
istilah adalah cara kerja yang sitematis untuk memudahkan pelaksanaan suatu
kegiatan guna mancapai tujuan yang lebih ditentukan. Atau cara untuk mencapai
ilmu pengetahuan berdasarkan kaidah-kaidah yang jelas dan tegas.[8]
Menurut segala, metode pembelajaran adalah cara yang digunakan oleh
guru atau siswa dalam mengolah informasi yang berupa fakta, data, dan konsep
pada proses pembelajaran yang mungkin terjadi dalam suatu strategi. Dalam
pembelajaran, metode yang bisa digunakan banyak sekali ragamnya. Sebagai guru
hendaknya pandai menggunakan atau memilih metode yang tepat dan sesuai dengan
materi dan kondisi siswa.[9]
F.
Metode Dalam Pembelajaran PKn Mi
Tujuan dalam pembelajaran akan dapat tercapai secara optimal jika
pemilihan metode yang tepat. Dalam proses belajar mengajar dapat terlaksana
dengan baik dalam pelaksanaan pembelajaran dapat dipilih satu atau lebih metode
yang akan diajarkan. Dalam setiap metode mempunyai kelemahan dan kelebihan.
Karena itu, biasana guru mengkombinasikan beberapa metode untuk menetralisir
kelemahan-kelemahan yang ada. Metode-metode dasar yang sederhana yang dapat
diterapkan dalam pembelajaran PKn MI yaitu:
1.
Metode
ceramah
Menyajikan materi pelajaran melalui penuturan dan penerangan lisan
kepada peserta didik. Metode ini digunakan jika pelajaran tersebut banyak
mengandung informasi baru atau bahan-bahan yang memerlukan penjelasan guru.
Metode ini hendaknya digunakan bersama dengan metode lain misalnya tanya jawab.
2.
Metode
Tanya Jawab
Digunakan sebagai variasi dari metode misalnya, ceramah. Tujuan
selain untuk mengetahui sejauh mana siswa memahami bahan pelajaran yang
disajikan, juga dapat digunakan untuk memperjelas dan meluruskan pemahaman
peserta didik mengenai suatu pelajaran tertentu.
3.
Metode
Diskusi
Adalah tukar pendapat atau infomasi berdasarkan pengetahuan dan
pengalaman. Tujuan untuk memperjelas bahan pelajaran, memecahkan masalah. Yang
tak kalah pentingnya meningkatkan percaya diri dalam berkomunikasi,
keterampilan bertanya, menafsirkan dan menyimpulkan.
4.
Metode
Penugasan
Yaitu memberi kesempatan kepada peserta idik untuk melaksanakan
tugas berdasarkan petunjuk langsung yang dipersiapkan guru. Tujuannya dapa
memperoleh pengalaman langsung dan nyata, dapat mengembankan berbagai
ketrampilan dan pembiasaan untuk bekerja mandiri dan bersikap jujur.
Pelaksanaannya dapat dilakukan secara individu atau keompok.
5.
Metode
Permainan
Adalah salah satu cara penyajian bahan pelajaran melalui berbagai
bentuk permainan, yang dibuat oleh guru atau peserta didik. Dalam menggunakan
metode ini dalam pembelajaraan PKn, skenario disiapkan oleh guru dan peserta
didik, dengan mendasarkan pada konsep nilai, moral dan nrma, agar tujuan
pelajaran dapat dicapai secara tidak langsung.
6.
Metode
simulasi
Penggunaan metode ini dimaksudkan untuk membantu peserta didik
dalam memahami dan menghayati pengetahuan serta sikap dan nilai yang berlaku
dalam masyarakat.
7.
Metode
cerita
Salah satu cara penanaman nilai-nilai kepada peserta didik dengan
mengungkapkan kepribadian tokoh-tokoh melalui penuturan hikayat, legenda dan
dongeng-dongen sejarah lokal.[10]
IV.
KESIMPULAN
Pendekatan (approach) diartikan sebagai cara menangani
masalah, atau prosedur khusus untuk membuka suatu organ atau satu bagian. Pendekatan
dalam Pembelajaran Pkn merupakan dasar-dasar dalam pelaksanaan proses belajar
mengajar mata pelajran Pkn di MI. Pendekatan dalam pembelajaran PKn pada
prinsipnya lebih mengarah kepada pengembangan kurikulum atau pengorganisasian
isi materi pelajaran. Pendekatan ini akan membahas dengan mengacu pada
pembelajaran Pkn sebagai pendidikan nilai-moral. Macam-macam pendekatan dalam
pembelajaran PKn: evokasi, inkulkasi, pendekatan kesadran, penalaran moral,
pendekatan analisis nilai, pengungkapan nilai, pendekatan komitmen dan
pendekatan memadukan.
strategi dalam pembelajaran adalah suatu prosedur yang digunakan
oleh guru dalam proses pembelajaran sebagai sarana untuk mencapai tujuan
pembelajaran yang telah ditetapkan. Strategi pembelajaran yang digunakan akan
sangat mempengaruhi suasana proses pembelajaran berlangsung dan tingkat
keberhasilan transformasi belajar. Macam-macam strategi pembelajaran PKn MI
yaitu : membaca buku ajar, mencari informasi, pengalaman penting, melihat
kejadikan sebenarnya, jigsaw, curah gagasan, diskusi kelompok kecil, adu
argumen, debat aktif, bermain peran, mengomentari poster gambar, peta konsep.
Metode pembelajaran, menuut sagala adalah cara yang digunakan oleh
guru/siswa dalam mengolah informasi yang berupa fakta, data dan konsep pada
proses pembelajaran yang mungkin terjadi dalam suatu strategi. Metode dasar yang dapat diterapkan dalam pembelajaran PKn MI
yaitu : metode ceramah, metode tanya jawab, metode diskusi, metode penugasan,
metode permainan, metode cerita, metode simulasi.
V.
PENUTUP
Demikianlah
makalah tentang “Pendekatan, strategi, dan metode pembelajaran MI” yang dapat kami susun. Semoga bermanfaat bagi para
penulis maupun para pembaca. Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah
ini masih banyak kekurangan serta kesalahan. Oleh karenanya, kami terbuka untuk
kritik dan saran yang membangun guna memperbaiki
makalah dan untuk penulisan
selanjutnya.
DAFTAR
PUSTAKA
Amin,
Moh. Murtadhoh dkk. 2009. Pembelajaran
Pkn Mi. Surabya: Aprinta.
Dagun, Save M., 2006. Kamus Besar Ilmu Pengetahuan.
jakarta: Lembaga
Pengakajian Kebudayaan Nasional Nusantara(LPKN).
Hamruni. 2009. Strategi
dan model-model pembelajaran aktif menyenangkan. Yogyakart : Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga
Yogyakarta
Rukmiati. 2007. Pembelajaran PPkn.(Jakarta : Dikti Diknas
http://imasmaesaroh.blogspot.com/2010/12/pendekatan-dan-metodemodel-pembelajaran.html
diakses pada tanggal 19 Maret 2014
pukul 21:25
[1]
http://imasmaesaroh.blogspot.com/2010/12/pendekatan-dan-metodemodel-pembelajaran.html
diakses pada tanggal 19 Maret 2014 pukul 21:25
[2] Save M. Dagun, Kamus
Besar Ilmu Pengetahuan. (jakarta:Lembaga Pengakajian Kebudayaan Nasional
Nusantara(LPKN), 2006) hlm.3
[3] Hamruni. Strategi
dan model-model pembelajaran aktif menyenangkan. (Yogyakarta : Fakultas
Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2009) hlm. 6
[4] Moh. Murtadhoh
amin dkk. Pembelajaran PKn MI. (surabya, Aprinta. 2009) hlm.6-8 - 6-9
[5] Save M. Dagun, Kamus
Besar Ilmu Pengetahuan. (jakarta:Lembaga Pengakajian Kebudayaan Nasional
Nusantara(LPKN), 2006) hlm.5
[6] Rukmiati. Pembelajaran
PPkn. (Jakarta : Dikti Diknas,2007).hlm. 57
[8]
Save M. Dagun, Kamus
Besar Ilmu Pengetahuan. (jakarta:Lembaga Pengakajian Kebudayaan Nasional
Nusantara(LPKN), 2006) hlm.10
[9] Rukmiati. Pembelajaran
PPkn. (Jakarta : Dikti Diknas,2007).hlm. 65
[10] Moh.
Murtadhoh amin dkk. Pembelajaran Pkn Mi. (surabya, Aprinta. 2009) hlm.7-7 – 7-8
Tidak ada komentar:
Posting Komentar