Rabu, 05 November 2014

Tugas menghias blog artikel tentang keilmuan







SEJARAH
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

MAKALAH
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah : Pendidikan
Kewarganegaraan
Yang diampu oleh: Dr. Sukasih M.Pd.











Disusun Oleh:
Sintia Ayu Rahmawati        
(123911101)

FAKULTAS ILMU
TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA
ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG
2013



       I.           
PENDAHULUAN



Pendidikan 
kewarganegaraan sebenarnya dilakukan dan dikembangkan diseluruh dunia,
meskipun dengan berbagai macam istilah dan nama. Mata kuliah tersebut sering
disebut sebagai civic education, citizenship education dan bahkan
ada yang menyebut sebagai democracy education. Mata kuliah ini memiliki
peranan yang strategis dalam mempersiapkan warganegara yang cerdas, bertanggung
jawab dan berkeadaban. Berdasarkan rumusan “Civic Internation” pada
tahun 1995, disepakati bahwa pendidikan demokrasi penting untuk pertumbuhan civic
culture
, Untuk keberhasilan pengembangan dan pemeliharaan pemerintah
demokrasi.[1]
Dalam pembelajaraan Pendidikan Kewarganegaraan harus
diberikan materi pada mata kuliah keada seluruh Mahasiswa pada Perguruan
Tinggi, dan diberikan pada jenjang pendidikan dasar,mengenah pertama dan
menengah atas, sekolah seharusnya dikembangkan sebagai tatanan sosial yang
kondusif atau memberi suasana bagi tumbuh kembangnya berbagai kualitas pribadi
peserta didik. Sekolah sebagai bagian integral dari masyarakat perlu
dikembangkan sebagai pusat  pembudayaan
dan pemberdayaan peserta didik sepanjang hayat, yang mampu memberi keteladanan,
membangun kemauan dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses
pembelajaran demokrasi.[2]
Dalam makalah ini akan dijelaskan pengertian, latar belakang lahirnya dan
tujuan pendidikan kewarganegaraan.

   
II.           
RUMUSAN MASALAH

A.       Apa
Pengertian Pendidikan Kewarganegaraan?
B.       Bagaimana
Latar Belakang  Lahirnya Pendidikan
Kewarganegaraan?
C.       Bagaimana
Sejarah Perkembangan Pendidikan Kewarganegaraan?
D.       Apa
Tujuaan Pendidikan Kewarganegaraan?

 III.           
PEMBAHASAN
A.       Pengertian
Pendidikan Kewarganegaraan
kewarganegaraan dalam bahasa
latin disebut “civis” selanjutnya dari kata “civis” ini dalam
bahasa inggris disebut civic artinya mengenai warga negara atau
kewarganegaraan dan Education artinya Pendidikan.
Pendidikan
kewarganegaraan adalah pendidikan yang mengingatkan kita akan pentingnya
nilai-nilai hak dan kewajinan suatu warga negara agar setiap hal yang di
kerjakan sesuai dengan tujuan dan cita-cita bangsa dan tidak melenceng dari apa
yang di harapkan. Karena di nilai penting, pendidikan ini sudah di terapkan
sejak usia dini di setiap jejang pendidikan mulai dari yang paling dini hingga
pada perguruan tinggi agar menghasikan penerus-penerus bangsa yang berompeten
dan siap menjalankan hidup berbangsa dan bernegara.[3]
 Dari kata Civic lahir kata
“Civics”, ilmu Kewarganegaraan dan Civic Education dan Pendidikan
kewarganegaraan. Civics mulai diperkenalkan dan dipelajari di Amerika
serikat pada tahun 1790 dalam rangka mengamerikakan bangsa Amerika atau yang
terkenal dengan nama “Theory Of Americanization”. Sebab seperti
diketahui bahwa bangsa  Amerika berasal
dari berbagai bangsa yang datang ke Amerika Serikat, dan untuk menyatukan
menjadi bangsa Amerika inilah perlu diajarkan Civics bagi warga negara
Amerika Serikat. Dalam taraf tersebut pelajaran Civics membicarakan
masalah “goverment” hak dan kewajiban warganegaraan dan Civics
merupakan bagian dari ilmu Politik.[4] Civics
diajarkan di Indonesia secara resmi pada tahun 1948 setelah indonesia merdeka.
Tujuan pengajaran Civics untuk menyatukan bangsa Indonesia yang terdiri
dari berbagai suku bangsa, etnis, agama, budaya dan bahasa yang berbeda-beda.[5]
Oleh karena itu dengan pendidikan kewarganegaraan diharapkan intelektual
Indonesia memiliki dasar kepribadian sebagai warga negara yang demokrasi,
religius berkemanusiaan dan berkeadaban.

B.       Latar
Belakang Lahirnya Pedidikan Kewarganegaraan

Latar
belakang lahirnya pendidikan Kewarganegaraan berawal dari perjalanan sejarah
panjang bangsa Indonesia yang dimulai sejak dari perebutan dan mempertahankan
kemerdekaan sampai pada pengisian kemerdekaan, bahkan terus berlangsung hingga
zaman reformasi. Kondisi perebutan dan mempertahankan kemerdekaan itu
ditanggapi oleh bangsa indonesia berdasarkan kesamaan nilai-nilai perjuangan
bangsa yang senantiasa tumbuh dan berkembang. Kesamaan nilai-nilai tersebut dilandasi
oleh jiwa, tekad dan semangat kebangsaan. Kesemuanya itu tumbuh dan berkembang
menjadi kekuatan yang mampu mendorong proses Negara Kesatuan Republik
Indonesia.
Pendidikan
kewarganegaraan diselenggarakan untuk membekali para mahasiswa selaku secalon pemimpian
dimasa depan dengan kesadaran bela negara serta kemampuan berpikir secara
komprehensif integral dalam rangka ketahanan nasional kesadaran bela negara ini
berwujud sebagai kerelaan dan kesadaran melakukan kelangsungan hidup bangsa
melalui profesinya kesadaran bela negara dengan demikian  kesadaran bela negara mengandung arti :
a.    Kecintaan
kepada tanah air,
b.    Kesadaran
berbangsa dan bernegara,
c.    Keyakinan
akan pancasila dan UUD 1945,
d.   Kerelaan
berkorban bagi bangsa dan negara serta
e.    Sikap
dan perilaku awal bela negara.
Negara
Indonesia diproklamasikan kemerdekaannya dari penjajahan pada tanggal 17
Agustus 1945 kemerdekaan yang diproklamasikan itu berangkat dari perjalanan
sejarah peperangan yang panjang yang berabad-abad lamanya melawan penjajahan
dalam suasana perpecahan tidak adanya semangat persatuan dan kesatuan
menyebabkan lamanya dibumi nusantara. Penjajahan itu mengakibatkan kebodohan
dan penderitaan yang pada awal abad ke-20 mendorong timbulnya semangat
kebangsaan kebangkitan nasional ini ditandai dengan lahirnya gerakan Budi Utomo
pada tahun 1908 peristiwa sumpah pemuda yang diikrarkan pada tanggal 28 oktober
1928 merupakan tonggak sejarah yang sangat penting. Sumpah tersebut merupakan
perjuangan sikap dan tekad bangsa Indonesia untuk bersatu dalam wadah negara
bangsa dan bahasa Indonesia. “Satu tanah air menunjukkan serta kesatuan
geografis satu bangsa menunjukkan satu kesatuan politikdan  satu bahasa menujukkan satu kesatuan sosial
budaya” tekad ini mewujudkan perjuagan yang akhirnya melahirkan proklamasi
kemerdekaan bangsa Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.
Perjalanan
panjang sejarah bangsa Indonesia yang dimulai sejak era sebelum dan selama
penjajahan kemudian dilanjutkan dengan era perebutan dan mempertahankan
kemerdekaan sampai hingga era kemerdekaan menimbulkan kondisi dan menuntut yang
berbeda sesuai dengan zamannya. Kondisi dan tuntutan yang berbeda indones
ditanggapi oleh bangsa  Indonesia
berdasarkan kesamaan nilai-nilai perjuangan bangsa yang senantiasa tumbuh dan
berkembang. Kesamaan nilai-nilai tersebut dilandasi oleh jiwa tekad dan
semangat kebangsaan. Kesamaan itu timbul menjadi kekuatan yang mampu mendorong
proses terwujudnya negara kesatuan Republik Indonesia dalam wadah nusantara.[6]

C.       Sejarah
Perkembangan Pendidikan Kewarganegaraan Di Indonesia
Sebagai
mata pelajaran disekolah, Pendidikan Kewarganegaraan mengalami perkembangan dan
perubahan-perubahan yang bertujuan untuk memperbaiki isi dan tujuan dari
Pendidikan Kewarganegaraan itu sendiri. Hal tersebut dapat dilihat dalam
substansi kurikulum PKn yang sering berubah dan tentu saja disesuaikan dengan
kepentingan negara.[7]
Pada awalnya Pendidikan Kewarganegaraan muncul dengan istilah Pendidikan
Kewiraan yang mulai berlaku pada tahun ajaran 1973/1974. Kemudian terus
mengalami perubahan hingga berubah menjadi Pendidikan Kewarganegaraan.
Pendidikan Kewarganegaraan juga memiliki keterkaitan kurikulum dengan
Pendidikan Pancasila, Pendidikan Moral Pancasila dan cabang Pendidikan lainnya.
Pendidikan
Kewarganegaraan sudah diajarkan pada tingkat sekolah dasar sampai sekolah
menengah atas  sejak tahun 1969 dengan sebutan kewargaan negara. Kemudian pada
tahun 1975 sampai 1984 mengalami perubahan dengan nama Pendidikan
Moral Pancasila.
Pada tingkat Perguruan Tinggi berganti nama dengan
istilah Pendidikan Kewiraan. Pada tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah
bergangi nama dengan nama PPKN. Hingga pada tahun 2003, semua tingkat
pendidikan menggunakan nama dan kurikulum yang baru dengan sebutan Pendidikan
Kewarganegaraan hingga sampai saat ini. ( UU No. 20 tahun 2003 tentang
SISDIKNAS ).
Dalam
perkembangan Kurikulumnya, Pendidikan Kewarganegaraan beberapa kali
diperbaharui. Tahun 2001, materi disusun oleh Lemhannas dengan materi pengantar
dengan tambahan materi demokrasi, HAM, lingkungan hidup, bela negara, wawasan
nusantara, ketahanan nasional, politik dan strategi nasional. Kemudian, Tahun
2002, Kep. Dirjen Dikti No. 38/Dikti/Kep/2002 materi berisi pengantar sebagai
kaitan dengan MKP, demokrasi, HAM, wawasan nusantara, ketahanan nasional,
politik dan strategi nasional.[8]
 Kuhn 
mengemukakan bahwa, perkembangan istilah Civics dan Civic Education di
Indonesia terjadi pada tahun :
1.       
Kewarganegaraan (1957), membahas cara
memperoleh dan kehilangan kewargaan negara.
2.       
Civics (1962), tampil dalam bentuk indoktrinasi
politik.
3.       
 Pendidikan Kewargaan Negara (1968) sebagai
unsur dari pendidikan kewargaan Negara yang bernuansa pendidikan ilmu
pengetahuan sosial.
4.       
Pendidikan Kewargaan Negara (1969) tampil dalam
bentuk pengajaran konstitusi dan ketetapan MPRS.
5.       
Pendidikan Kewargaan Negara (1973) yang
diidentikkan dengan pengajaran IPS.
6.       
Pendidikan Moral Pancasila (1975 dan 1984)
tampil menggantikan PKN dengan isi pembahasan P4.
7.       
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (1994)
sebagai penggabungan bahan kajian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yang
tampil dalam bentuk pengajaran konsep nilai yang disaripatikan dari Pancasila
dan P4.
Menurut
Kuhn diatas Kewarganegaraan mulai dikenal di Indonesia pada tahun 1957 yang
menunjukkan awal masuknya pembelajaran atau studi Kewarganegaraan atau Civic di
Indonesia. Namun barulah pada tahun 1994, studi kewarganegaraan diintegrasikan
secara penuh dalam pendidikan, bahkan dikolaborasikan dengan pendidikan
Pancasila sebagai dasar ideologi bangsa Indonesia.[9]
D.       Tujuan
Pendidikan Kewarganegaraan

Berdasarkan
Keputusan DIRJEN DIKTI No.43/DIKTI / Kep-/2006, tujuan pendidikan
kewarganegaraan dirumuskan dalam visi, misi, dan kompetensi sebagai berikut.
Visi
Pendidikan Kewarganegaraan diperguruan tinggi adalah merupakan sumber nilai dan
pedoman dalam pengembangan dan penyelenggarakan program studi, guna
mengantarkan mahasiswa memantapkan kepribadiannya sebagai manusia seutuhnya.
Hal ini berdasarkan pada suatu realitas yang dihadapi, bahwa mahasiswa adalah
sebagai generasi bangsa yang harus memiliki visi intelektual, religius,
berkeadaban, berkemanusiaan dan cinta tanah air dan bangsanya.
Misi
Pendidikan Kewarganegaraan diperguruan tinggi adalah untuk membantu mahasiswa
menetapkan kepribadiannya, agar secara konsisten mampu mewujudkan nilai-nilai
dasar pancasila, rasa kebangsaan dan cinta tanah air dalam menguasai,
menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dengan rasa
tanggung jawab dan bermoral.
Oleh
karena itu kompetensi yang diharapkan mahasiswa adalah untuk menjadi ilmuwan
dan profesional yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air, demokrasi
dan berkeadaban. Selain itu kompetensi yang diharapkan agar mahasiswa menjadi
warganegara yang memiliki daya saing, berdisiplin, berpartisipasi aktif dalam
membangun kehidupan yang damai berdasarkan sistem nilai pancasila.[10]
Tujuan utama pendidikan
kewarganegaraan adalah untuk menumbuhkan wawasan dan kesadaran bernegara, sikap
serta perilaku yang cinta tanah air dan bersendikan kebudayaan bangsa, wawasan
nusantara, serta ketahanan nasional dalam diri para calon-calon penerus bangsa
yang sedang dan mengkaji dan akan menguasai imu pengetahuaan dan teknologi
serta seni.[11]


 IV.           
KESIMPULAN

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa
Pendidikan Kewarganegaraan bisa disebut civic education merupakan
pendidikan yang mengingatkan kita akan pentingnya nilai-nilai hak
dan kewajinan suatu warga negara agar setiap hal yang di kerjakan sesuai dengan
tujuan dan cita-cita bangsa dan tidak melenceng dari apa yang di harapkan.
Yang melatar belakang lahirnya
pendidikan Kewarganegaraan berawal dari
perjalanan sejarah
panjang bangsa Indonesia yang dimulai sejak dari perebutan dan mempertahankan
kemerdekaan sampai pada pengisian kemerdekaan, bahkan terus berlangsung hingga
zaman reformasi. Sejarah perkembangan pendidikan kewarganegaraan terus
mengalami perubahan-perubahan yang bertujuan untuk memperbaiki isi
dan tujuan dari Pendidikan Kewarganegaraan itu sendiri.
Tujuan utama pendidikan kewarganegaraan adalah untuk
menumbuhkan wawasan dan kesadaran bernegara, sikap serta perilaku yang cinta
tanah air dan bersendikan kebudayaan bangsa, wawasan nusantara, serta ketahanan
nasional dalam diri para calon-calon penerus bangsa yang sedang dan mengkaji
dan akan menguasai imu pengetahuaan dan teknologi serta seni.

   
V.           
PENUTUP

Demikianlah makalah tentang “Sejarah Pendidikan
Kewarganegaraan
yang dapat kami
susun. Semoga bermanfaat bagi para penulis maupun para

pembaca. Kami menyadari
bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan serta kesalahan. Oleh
karenanya, kami terbuka untuk kritik dan saran yang membangun guna memperbaiki

makalah dan untuk penulisan
selanjutnya.









[1]
Kaelan dan Achmad Zubaidi, Pendidikan
Kewarganegaraan Untuk perguruan Tinggi
, (Yogyakarta : Paradigma, 2010), hlm
1

[2] Wahidin Samsul, Pokok-pokok
Pendidikan Kewarganegaraan
, (Yogyakatra : Pustaka pelajar,2010), hlm 1-2

[3]
http://irfanramadhan4.wordpress.com/2011/03/01/pengertian-dan-tujuan-pendidikan-kewarganegaraan-pegertian/
diakses pada tanggal 11 maret 2014 jam 12:56

[4]
Darmadi, Hamid, Pengantar
Pendidikan Kewarganeraan
, (Bandung : Alfabeta , 2010), hlm 7

[5] Darmadi, Hamid, Pengantar
Pendidikan Kewarganeraan,
(Bandung : Alfabeta , 2010), hlm 3

[6]
Darmadi, Hamid, Pengantar
Pendidikan Kewarganeraan,
(Bandung : Alfabeta , 2010), hlm 1-2

[7]
http://asepsutisna.wordpress.com/2009/10/26/perkembangan-pkn-di-indonesia/
diakses pada tanggal 19 maret 2014 jam 12:32

[8]
http://agungborn91.wordpress.com/2011/02/15/sejarah-perkembangan-pendidikan-kewarganegaraan-di-indonesia/
diakses pada tanggal 19 maret 2014 jam 12:30

[9]
http://asepsutisna.wordpress.com/2009/10/26/perkembangan-pkn-di-indonesia/
diakses pada tanggal 19 maret 2014 jam 12:30

[10]
Kaelan dan Achmad Zubaidi, Pendidikan
Kewarganegaraan Untuk perguruan Tinggi
, (Yogyakarta : Paradigma, 2010), hlm
2.

[11]
http://irfanramadhan4.wordpress.com/2011/03/01/pengertian-dan-tujuan-pendidikan-kewarganegaraan-pegertian/
diakses pada tanggal 11 maret 2014 jam 13:02




DAFTAR
PUSTAKA

Kaelan dan Achmad.
Zubaidi. 2010.  Pendidikan
Kewarganegaraan Untuk perguruan Tinggi
.      Yogyakarta
: Paradigma
Wahidin Samsul. 2010. Pokok-pokok
Pendidikan Kewarganegaraan
,                      Yogyakatra
: Pustaka pelajar
Darmadi, Hamid. 2010. Pengantar
Pendidikan Kewarganeraan.
                                         Bandung
: Alfabeta
http://irfanramadhan4.wordpress.com/2011/03/01/pengertian-dan-tujuan-pendidikan-kewarganegaraan-pegertian/
diakses pada tanggal 11 maret 2014






DAFTAR
PUSTAKA

Kaelan dan Achmad.
Zubaidi. 2010.  Pendidikan
Kewarganegaraan Untuk perguruan Tinggi
.      Yogyakarta
: Paradigma
Wahidin Samsul. 2010. Pokok-pokok
Pendidikan Kewarganegaraan
,                      Yogyakatra
: Pustaka pelajar
Darmadi, Hamid. 2010. Pengantar
Pendidikan Kewarganeraan.
                                         Bandung
: Alfabeta
http://irfanramadhan4.wordpress.com/2011/03/01/pengertian-dan-tujuan-pendidikan-kewarganegaraan-pegertian/
diakses pada tanggal 11 maret 2014






DAFTAR
PUSTAKA

Kaelan dan Achmad.
Zubaidi. 2010.  Pendidikan
Kewarganegaraan Untuk perguruan Tinggi
.      Yogyakarta
: Paradigma
Wahidin Samsul. 2010. Pokok-pokok
Pendidikan Kewarganegaraan
,                      Yogyakatra
: Pustaka pelajar
Darmadi, Hamid. 2010. Pengantar
Pendidikan Kewarganeraan.
                                         Bandung
: Alfabeta
http://irfanramadhan4.wordpress.com/2011/03/01/pengertian-dan-tujuan-pendidikan-kewarganegaraan-pegertian/
diakses pada tanggal 11 maret 2014







 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar